suplemenGKI.com

Terus Berdoa

Lukas 18:1-8

 

Pengantar
                Banyak orang yang percaya kalau ditanya soal doa, mereka dapat mendefinisikan dengan baik sekali. Ada yang berkata doa itu adalah nafas dalam kerohanian kita, doa itu komunikasi kita dengan Tuhan, doa itu menjalin relasi dengan Tuhan dll. Namun kalau orang itu ditanya: apakah anda bertekun dalam doa? Mungkin kita bisa kaget mendengar jawabannya. Bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan prinsip-prinsip doa? 

Pemahaman
Ay 1, Apa yang ingin Tuhan Yesus sampaikan dengan perumpamaan-Nya?
Ay 2-3, Bagaimana gambaran Hakim dan seorang janda yang minta di bela haknya?
Ay 4-5, Apa reaksi dari hakim tersebut, terhadap perkara dari seorang janda?
Ay 6-8, Apa yang Tuhan Yesus katakan tentang hakim tersebut dan apa hubungannya dengan Allah Bapa?

Tuhan Yesus ingin menegaskan kepada semua orang bahwa mereka diharapkan untuk bertekun dalam doa, tidak jemu-jemu untuk berdoa. Untuk menjelaskan hal tersebut maka Yesus memberikan perumpamaan kepada mereka.

Ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah, berarti hakim ini berbuat sesuatu sesuka dirinya sendiri. Pertimbangan yang diambil selalu dikaitkan dengan dirinya sendiri, apakah menguntungkan atau tidak menguntungkan bagi dirinya.

Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim tersebut untuk minta dibela haknya, biasanya janda tersebut dari kalangan kurang mampu. Hakim tersebut terus menerus menolak permintaan dari janda tersebut. Hakim tersebut menolaknya karena tidak ada manfaatnya membela janda tersebut baginya. Namun janda tersebut tidak putus asa minta pertolongan hakim tersebut. Karena hakim tersebut merasa semakin hari semakin tidak nyaman dengan kelakukan dari janda tersebut, maka akhirnya hakim tersebut membenarkan perkaranya. Dengan harapan, hakim tersebut tidak diganggu lagi oleh janda tersebut.

Yesus menganjurkan orang banyak untuk memperhatikan kelakukan dari hakim yang tidak takut Tuhan tersebut, Hakim yang tidak baik itupun akhirnya menolong janda yang datang terus menerus kepadanya. Seorang yang jahatpun bisa berbuat baik.

Yesus mengingatkankan bahwa Allah jauh lebih baik dari hakim tersebut, Allah tidak pernah menunda-nunda menolong umat pilihan-Nya yang berseru siang malam kepada-Nya. Allah pasti membenarkan umat pilihan-Nya yang terus menerus berharap kepada-Nya.

Refleksi
Ambilah waktu untuk merenungkan: Apakah kita senang berdoa? Berapa banyak waktu kita untuk berdoa kepada Tuhan dalam sehari?

Tekadku
Ya Tuhan, sering kali kami menganggap doa itu penting, namun kami tidak menjalankannya, ampuni kami Tuhan dan perbaharui hidup doa kami. Amin

Tindakanku
Mengambil waktu untuk berdoa hari ini lebih banyak dari kemarin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«