suplemenGKI.com

YESUS SANG RAJA SURGAWI

Lukas 23:33-43

 

PENGANTAR

Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja yaitu Minggu Penutup Masa Biasa sekaligus satu minggu sebelum dimulainya Minggu Adven.  Apa maknanya?  Setelah menjalani Masa Biasa, di mana umat Tuhan melihat dan mengalami karya Kristus setelah kebangkitan-Nya, pada akhirnya umat mengakui Kristuslah Raja Sejati.  Dialah pemilik Kekuasaan, Kebesaran dan Kemuliaan sejati yang menggembalakan umat-Nya dengan setia dan adil.  Dalam kaitannya dengan Minggu Adven, mengingatkan bahwa Yesus Sang Bayi itu bukanlah bayi biasa tetapi Dia Raja Surgawi yang telah dinubuatkan menyelamatkan umat manusia dari dosa melalui salib.  Sang Raja Surgawi akan datang kembali sebagai Hakim yang adil.  Mari belajar bagaimana perikop ini menjelaskan kerendahan hati Sang Raja Surgawi!

PEMAHAMAN

  • Ayat 33-40: Bagaimana perjalanan Sang Raja Surgawi itu saat menjalani ketaatan-Nya pada Bapa?  Siapa saja yang mengolok-olok dan mem-provokasi?
  • Ayat 39-43: Bagaimana Yesus fokus pada karya keselamatan yang Bapa-Nya rancang?  Bagaimana dampak ketaatan Yesus bagi penjahat sekalipun?
  • Bagaimana ketaatan kita pada Sang Raja Surgawi itu?

Perikop ini menunjukkan peristiwa bagaimana Yesus dalam tahapan terakhir menuju kematian-Nya yang tragis, tetapi sekaligus sangat bermakna sebab menentukan hidup matinya umat manusia dari dosa.  Provokasi dan olok-olok mewarnai perjalanan-Nya menuju ketaatan pada Bapa (ay.33-38).  Pada bagian ini, provokasi dan olok-olok itu juga datang dari seorang penjahat yang tergantung di sebelah-Nya (ay.39-40).  Jika kita melihat lebih jauh, secara tersirat para pengolok dan provokator itu mengakui (mengharapkan) Yesus memang Mahakuasa dan Dia datang sebagai Raja.  Dia hebat dan membawa kebenaran.

Menghadapi hal itu, godaan paling berat yang dialami Yesus bukan bagaimana cara turun dari salib, walaupun Dia bisa melakukan secara spektakuler untuk mengalahkan para pengolok-Nya.  Tetapi, kendati Dia tahu bahwa sesungguhnya Dia Raja dengan kekuasaan dan kekuatan yang tak terbatas dan tak tertandingi, Dia tidak boleh tergoda memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi yang egois.  Yesus taat pada Bapa-Nya, fokus pada penggenapan karya keselamatan yang Bapa-Nya rancang melalui kehidupan dan pengorbanan-Nya secara total dan sempurna.  Ketaatan-Nya pada Bapa membawa keselamatan bagi yang mengakui Dia sebagai Raja Ilahi, termasuk bagi penjahat yang berteriak memohon keselamatan pada saat tergantung di atas kayu salib (ay.39-40).  Yesus Raja Ilahi tetapi tahta-Nya adalah salib yang hina, mahkota-Nya onak duri tanpa jubah kebesaran.  Dia ditinggikan justru karena kerendahan hati-Nya taat pada Bapa demi keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan umat manusia.  Mari meneladani kerendahan hati-Nya untuk membawa kelepasan, kedamaian dan kesejahteraan bagi sesama di sekitar kita!

 

REFLEKSI

Renungkan: Sang Raja Surgawi itu fokus pada ketaatan pada Bapa-Nya demi umat manusia.

 

TEKADKU

Tuhan tolonglah saya agar bisa meneladani Engkau untuk taat pada kehendak-Mu, sebab kehendak-Mu baik bagiku.  Tolong saya juga untuk taat membawa kelepasan, kedamaian dan kesejahteraan bagi sesama.

 

TINDAKANKU

Aku mau taat pada-Nya dengan mengambil tindakan konkrit untuk membawa kelepasan, kedamaian dan kesejahteraan bagi sesama (pikirkan tindakan praktis).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«