suplemenGKI.com

Minggu, 20 Juni 2021

19/06/2021

Ketakutan Reda

Markus 4: 35-41

 

Pengantar
                Andaikata kita ditanya kapan kita terakhir takut? Mungkin ada orang yang menjawab sudah lama sekali, atau ada yang menjawab baru saja itu saya lewati. Apakah kita pernah mengalami ketakutan yang benar-benar mengancam nyawa kita? Bagaimana reaksi kita? Kita akan melihat bagaimana murid-murid-Nya pernah mengalami ketakutan yang luar biasa. 

Pemahaman
Ay 35-36, Apa yang dilakukan oleh Yesus dengan murid-murid-Nya?
Ay 37, Apa yang sedang terjadi dengan perahu yang ditumpangi Yesus?
Ay 38, Apa yang dilakukan murid-murid-Nya terhadap Yesus?
Ay 39, Apa yang dilakukan oleh Yesus?
Ay 40, Apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya?
Ay 41, Apa respon murid-murid-Nya berkaitan dengan peristiwa diatas?

Yesus mengajak para murid untuk bertolak ke seberang, ke tanah orang Gerasa (Markus 5). Dalam perjalanan menuju Gerasa, angin taufan dan ombak yang tinggi menggoncang perahu sehingga air masuk ke dalam perahu yang ditumpangi Yesus dan murid-murid-Nya. Murid-murid-Nya berusaha untuk mengendalikan perahu tersebut, namun keadaannya semakin membuat mereka panik, sehingga air semakin lama semakin banyak yang masuk ke dalam perahu. Murid-murid segera membangunkan Yesus dan berkata: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Keadaan ini membuat murid murid mengalami ketakutan akan kematian.

Yesus bangun dari tidur-Nya dan langsung menghardik angin taufan tersebut dan berkata:”Diam dan tenanglah!” lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Setelah peristiwa ini Yesus menegur para murid: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Pernyataan Yesus ini ingin mengajak murid-murid-Nya untuk menyerahkan hidupnya kepada kuasa Tuhan Yesus, sehingga mereka tidak mengalami ketakutan yang besar namun boleh semakin berserah kepada Tuhan. Tuhan Yesus juga mengajak para murid untuk semakin percaya akan Kristus yang menjamin hidup mereka.

Yesus mau bersabar untuk murid-murid-Nya, yang terus mencoba untuk memahami siapakah Kristus sehingga angin ribut menjadi taat kepada-Nya? 

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk merenungkan: Pernahkah saya mengalami ketakutan yang sangat besar terhadap hidup ini? Bagaimana sikap berserah saya kepada Tuhan? Apakah percaya saya kepada Tuhan Yesus sudah sungguh-sungguh? 

Tekadku
Ya, Tuhan ampunilah saya, saya selalu menutupi ketakutan saya dengan segala macam usaha namun sesungguhnya saya semakin jauh dari Tuhan, ampuni saya yang mengandalkan diri sendiri. Demi Kristus Tuhan saya berdoa. Amin 

Tindakanku
Hari ini saya mau menjadi orang yang berserah kepada Tuhan, sehingga ketakutan saya menjadi reda.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«