suplemenGKI.com

Minggu, 20 Juni 2010

19/06/2010

Lukas 8:22-25.

Alam Pun Takluk Pada Kuasa Yesus

Tidak jarang hubungan seseorang menjadi ranggang ketika seseorang itu diketahui mempunyai kelebihan atau keunggulan dari relasinya. Karena tidak jarang seseorang yang merasa punya kelebihan dan keunggulan dari orang lain itu lalu menjadi arogan dan mentang-mentang (ini bahasa suroboyo) Sikap itu menjadi penyebab dia dijauhi orang. Misalnya mentang-mentang menjadi pemimpin atau mentang-mentang memiliki kelebihan kekayanaan, kepintaran dll.

Dalam perikop ini kita akan menyaksikan Tuhan Yesus yang memiliki kuasa yang luar biasa tetapi selalu dicari dan diikuti oleh banyak orang. Bahkan tidak jarang Yesus harus meminta untuk menyendiri agar tidak dikerumuni oleh banyak orang yang ingin menyaksikan dan menikmati kelebihan yaitu kuasa-Nya (Markus 1:35-39) Terlepas dari motivasi sekedar hanya ingin mendapat pertolongan atau karena ingin selalu bersama dengan Yesus, tetapi Yesus adalah pribadi berkuasa yang selalu dicari orang.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang dirasakan oleh para murid ketika perahu mereka dilanda badai? (ay. 23)
  2. Apa tindakan mereka ketika mereka dalam bahaya? (ay. 24)
  3. Apa yang melatar belakangi pertanyaan Yesus “Di manakan kepercayaanmu?” (ay. 25)

Renungan:

Ketika perjalanan para murid sudah berada di tengah-tengah danau, tiba-tiba angin ribut dan badai melanda perahu mereka sampai kemasukan air. Di saat seperti itu mereka sadar bahwa mereka ada dalam bahaya. Keadaan itu mengingatkan mereka akan Yesus yang saat itu sedang tidur.  Tidak dijelaskan mengapa arah pikiran dan tindakan mereka ketika terjadi sesuatu langsung tertuju kepada Yesus! Bukankah mereka tahu bahwa Yesus tidak pengalaman dalam bidang kelautan karena Yesus bukan pelaut?

Tetapi apapun alasanya, tindakan mereka itu sudah tepat, ketika akan terjadi bahaya mereka berseru kepada Yesus. Itu berarti mereka tahu bahwa Yesus tempat pertolongan dan sanggup menolong mereka. Persoalanya adalah ketika mereka dengan cepat mengklaim “Guru, Guru, kita binasa” Kalimat itu menunjukan keraguan, kegelisahan dan kekurang percayaan mereka kepada Yesus. Bahkan ada penafsir mengatakan, kata “kita akan binasa” itu sekaligus memasukan bahwa Yesus yang sumber kuasa, Sang maha kuasapun juga akan binasa karena gelombang air danau itu.  Secara tidak langsung bahwa Yesuspun dianggap tidak akan sanggup menghadapi kuasa alam itu.

Ketika Yesus meneduhkan badai dan air danau yang menggelora itu baru mereka sadar bahwa Yesus yang mereka ikuti itu jauh lebih berkuasa dari kuasa alam. Ternyata selama ini mereka tidak memahami bahwa kuasa Yesus adalah di atas segala-galanya. Sampai mereka bertanya “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia….?”  Saudara tahu mengapa mereka bertanya demikian, satu-satu alasanya adalah kerana mereka “kurang percaya” Kata kurang percaya itu lebih dekat dengan terjemahan “kurang kenal” kepada Yesus. Adalah sangat berbahaya jikalau kita mengikuti dan mempercayai orang yang tidak terlalu kita kenal. Kita akan menjadi bingung dan bahkan takut ketika ada sesuatu yang selama ini tidak kita pikirkan, dilakukan oleh yang bersangkutan. Saya pastikan bahwa pertanyaan Yesus “Dimanakah kepercayaanmu?” itu juga tertuju kepada kita semua, sehingga kita tidak menjadi kaget dan takut ketika dalam hidup kita Tuhan Yesus ijinkan hal yang spektakuler terjadi atau sasuatu yang tidak kita inginkan terjadi. Jika kita betul-betul mengenal Yesus apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita yakin Yesus berkuasa atas semuanyan.

Pengenalan yang baik kepada Tuhan Yesus akan menolong kita meyakini dan menikmati kuasa-Nya dalam hidup kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«