suplemenGKI.com

Minggu, 20 Juli 2014

19/07/2014

Matius 13:24-30, 36-43

 

Benih Benar Vs Benih Jahat

 

Pengantar
Ada peribahasa yang mengatakan apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai. Peri bahasa ini menasihatkan bahwa kalau kita menabur yang baik maka kebaikanlah yang akan kita tuai. Kalau yang kita tabur kejahatan maka kita menuai bencana di dalam hidup ini. Bagaimana dengan kita, apa yang telah anda tabur? Apakah kebaikan atau kejahatan?

Pemahaman
Ayat 24, apa yang Yesus katakan tentang kerajaan Sorga?

Ayat 25-26, apa yang terjadi dengan ladang benih gandum?

Ayat 27-28, apa yang dikatakan tuan itu sehubungan dengan adanya benih lalang?

Ayat 29-30, apa yang dilakukan tuan itu terhadap benih lalang dan benih gandum?

Ayat 36-43, apa yang dijelaskan tentang perumpamaan benih gandum dan benih lalang?

Tuhan Yesus mengajarkan kepada pengikutNya dengan berbagai-bagai perumpamaan untuk menjelaskan tentang Kerajaan Sorga. Pada bagian ini Tuhan Yesus memakai seorang penabur benih, penabur ini menaburkan benih gandum di ladang, setelah pekerjaannya selesai, pulanglah mereka dan mereka tidur.

Ketika gandum itu mulai tumbuh maka disekitarnya juga terdapat lalang yang sedang bertumbuh. Para penabur merasa heran dan bertanya dari manakah lalang itu? Dan mereka ingin mencabut lalang tersebut. Namun Tuannya tidak mengijinkan penabur tersebut mencabut lalang yang ada, karena dikuatirkan gandumnya juga akan tercabut. Maka Tuannya meminta penabur itu mencabut semuanya pada waktu musim menuai.

Tuannya juga meminta untuk memisahkan antara gandum dan lalang, tanaman lalang dijadikan satu lalu dibakar, sedangkan gandum masuk lumbungnya.

Tuhan Yesus  menjelaskan bahwa orang yang menabur benih yang baik adalah Anak Manusia, benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan ladang adalah dunia ini. Sedangkan penabur benih yang tidak baik adalah iblis, benih yang tidak baik adalah anak-anak si jahat, dan musim menuai adalah akhir zaman.

Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya bahwa mereka adalah benih gandum yang baik, namun bisa saja disekitar orang benar ada orang-orang yang jahat yang akan berusaha untuk menghancurkan orang yang baik. Kalau orang benar tetap berpegang pada kebenaran maka mereka semua akan muncul sebagai pemenang pada akhir zaman.

 

Refleksi
Renungkan kehidupan kita sekarang ini? Ingat kita berasal dari benih yang baik, sudahkah kita menabur yang baik dalam hidup ini?

 

Tekad
Ya Tuhan Yesus, ajarlah kepada kami untuk terus menyadari bahwa kami sesungguhnya berasal dari benih yang baik dan mampu menabur yang baik?

 

Tindakan
Mencari satu orang yang kita jumpai saat /hari ini untuk menabur kebaikan padanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»