suplemenGKI.com

KESETIAAN SEBAGAI HAMBA

Lukas 17:1-10

 

PENGANTAR
Dalam perikop yang kita baca ini,Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa tugas mereka tidak ringan dalam pemberitaan Injil.  Para murid sempat takut dan bimbang menghadapi tugas pelayanan yang akan diserahkan kepada mereka. Tetapi Dia pribadi yang mengerti kebimbangan para murid-Nya.  Sebagai Pribadi yang memanggil, bagaimana nasihat Tuhan Yesus kepada para murid agar tetap setia mengikut Dia?  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-4: Kesulitan dan tantangan seperti apakah yang akan dihadapi para murid?
  • Ayat 5: Bagaimana respons para murid?
  • Ayat 6-10: Sikap seperti apakah yang Tuhan Yesus harapkan bagi para murid?
  • Apakah kita tetap menjaga kesetiaan kepada Tuhan dalam keluarga dan pelayanan?

Tuhan Yesus memberitahu dan sekaligus menunjukkan kepada para murid adanya tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi dalam pelayanan.  Ay.1, 3-4Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan…Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.  Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia”.  Tuhan memberi nasihat agar para murid tetap setia ikut Dia dan mengerjakan tugas pelayanan dalam keadaan apapun.  Pertama, Di dalam pelayanan para murid pasti akan menghadapi penyesat-penyesat yang tidak mudah dihadapi.  Penyesat-penyesat itu akan memutarbalikan kebenaran dan mencari-cari kesalahan Tuhan Yesus serta pengikut-Nya.  Dalam menghadapi semua itu, Tuhan Yesus ingin agar para murid tetap setia mengerjakan tugas pelayanan dengan hati tulus (ay.10).

Kedua,Berbagai konflik juga akan dihadapi.Saat konflik terjadi, ada kemungkinan para murid akan mengalami sakit hati atau bahkan mengalami penderitaan fisik.  Para murid harus bisa menerapkan pengampunan seperti yang Tuhan Yesus ajarkan. Pengampunan tanpa batas!  Jelas, cara pengampunan yang diperintahkan oleh Yesus sangat berbeda dengan tradisi orang Yahudi (baca Mat. 5:38-44 ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi’).  Mendengar pesan Tuhan Yesus itu para murid berkata “Tambahkanlah iman kami!” (ay.5).  Para murid sempat takut dan bimbang!  Tetapi jawaban Tuhan Yesus sangat melegakan para murid bahwa iman yang hanya sekecil biji sesawi pun sebetulnya mempunyai kuasa yang sangat besar di hadapan-Nya.  Dia hanya ingin para murid memiliki iman, sekecil apapun.  Di mata Tuhan itu sangat berharga dan berkuasa.  Oleh sebab itu, Tuhan Yesus kemudian memberikan pengajaran lebih lanjut tentang sikap yang harus dimiliki para murid terhadap Allah, yaitu mengenai kerendahan hati (ay.7-10) sebagai hamba Allah.  Sikap kerendahan hati itu harus dibuktikan melalui tindakan yang tidak mengharapkan pujian atau terima kasih, sebab sebenarnya para murid hanyalah hamba-hamba Allah yang harus mengerjakan kewajiban sebagai hamba yang memuliakan Allah.

REFLEKSI
Dalam bulan keluarga ini, mari kita menyadari bahwa setiap kita hanyalah hamba-Nya.  Hamba yang harus setia menyatakan kebenaran dan memberikan pengampunan tanpa batas, apapun yang kita kerjakan di rumah, tempat bekerja atau sebagai pelayan di gereja.

TEKADKU
Tuhan tolong aku setia sebagai hamba Allah yang merendahkan hati dihadapan-Mu dalam melaksanakan tugas di rumah, tempat kerja maupun dalam pelayanan.

TINDAKANKU
Aku mau menyatakan kebenaran dan menerapkan prinsip pengampunan seperti yang Tuhan ajarkan dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«