suplemenGKI.com

Minggu, 2 Juni 2019

01/06/2019

Yohanes 17:20-26

KESATUAN YANG SEMPURNA

 

Pengantar
Injil Matius dan Injil Lukas mencatat doa yang Tuhan Yesus ajarkan yakni doa Bapa Kami. Yohanes berbeda dari Matius dan Lukas. Yohanes mencatat doa syafaat yang Yesus naikkan kepada sang Bapa sebelum peritiwa penyaliban.  Doa yang sangat panjang dan indah. Doa yang mengandung banyak pesan penting. Salah satu pesan penting adalah tentang kesatuan. 

Pemahaman

Ayat 20-26           Permohonan apakah yang Yesus sampaikan dalam doaNYA kepada sang Bapa ?

Doa syafaat Yesus dalam Injil Yohanes berisi tentang permohonan agar para pengikut Yesus dapat membangun kesatuan, sama seperti diri-NYA dan sang Bapa adalah satu (ayat20-21). Kesatuan yang digambarkan adalah kesatuan yang sejati. Hubungan Yesus dengan sang Bapa adalah satu. Hubungan yang kuat, harmonis dan penuh kasih. Hubungan yang demikian inilah yang diharapkan terjadi diantara para pengikut Yesus. Agar dengan demikian ada banyak orang yang menjadi percaya kepada Kristus.

Membangun sebuah kesatuan memang bukan hal yang mudah dilakukan. Doa Yesus adalah sebuah pengharapan yang layak menjadi bahan perenungan bagi semua umat Tuhan. Membangun kesatuan bukanlah keinginan setiap orang tetapi merupakan sebuah panggilan dari Kristus. Perbedaan selalu ada dan tetap ada. Sejak diciptakan setiap orang berbeda. Namun perbedaan tidak seharusnya menjadi perusak kesatuan.

Kesatuan sulit dicapai apabila masing-masing orang dalam persekutuan tidak pernah mau menerima bahwa perbedaan telah ada sejak penciptaan. Kesulitan itu ditambah lagi dengan adanya ego setiap orang yang sangat besar. Seringkali masing-masing orang hanya memikirkan dirinya dan kelompoknya lalu tidak perduli dengan yang lain.

Doa Yesus mengingatkan setiap orang untuk belajar membangun kesatuan. Membangun kesatuan berati berkomitmen untuk hidup bersama ditengah banyaknya perbedaan. Ego tidak bisa dihilangkan namun perlu untuk ditekan. Mengedepankan kepentingan bersama dan mengasihi dengan ketulusan akan menjadi kunci terbangunnya kesatuan.

Refleksi
Sudahkah kita mengasihi sesama dengan ketulusan dan tanpa kepentingan? Sudahkah kita bersedia menerima orang lain yang berbeda ?

Tekadku
Ya Allah, ajar kami untuk belajar menerima perbedaan. Ajar kami untuk hidup bersama dengan orang lain tanpa kepentingan apapun.

Tindakanku
Belajar peduli dan memperhatikan sesama. Berusaha menerima perbedaan dan rendah hati

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»