suplemenGKI.com

Matius 5:9-12

MEMBAWA DAMAI

 

Pengantar
Tahun 2014 diprediksi banyak orang akan menjadi tahun yang rawan konflik, mengingat akan adanya Pemilu di negara kita.  Segala kemungkinan bisa saja terjadi karena adanya banyak kepentingan diri masing-masing orang.  Adanya kompetisi untuk saling menjatuhkan agar bisa jadi pemenang, ada banyak ketidak jujuran, fitnah dan ketidak adilan.  Lalu bagaimana seharusnya sikap kita sebagai pengikut Kristus?  Haruskah kita ikut arus?

Pemahaman
Ayat 9: Apa janji Tuhan Yesus bagi orang yang membawa damai?
Ayat 10: Apa janji Tuhan bagi mereka yang teraniaya karena kebenaran?
Ayat 11-12: Mengapa kita tetap berbahagia ketika dicela dan dianiaya karena Kristus?

Bacaan hari ini bagian terakhir dari Sabda Bahagia.  Khotbah Tuhan Yesus di atas bukit ini tidak hanya menuntun kita dalam hubungan dengan Allah Sang pencipta (ay.3-4) dan tentang sikap kita sebagai murid Yesus (ay.5-8).  Tetapi juga Tuhan Yesus ingin menuntun kita dalam kehidupan sosial masyarakat.  Tuhan Yesus sungguh sangat luar biasa, apa yang disampaikan-Nya kurang lebih duaribu tahun yang lalu masih sangat relevan untuk hidup hari ini.  Tidak bisa kita hindari hari demi hari berita yang kita baca dan dengar dari media massa makin banyak ketidakadilan, ketidak jujuran , keserakahan, pementingan diri, arogansi golongan dan fitnah.  Kondisi ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan.  Saat ini kehidupan masyarakat penuh dengan rasa saling curiga.  Dalam situasi masyarakat seperti ini Tuhan Yesus mau kita tetap membawa damai, sehingga kita bisa disebut anak- anak Allah.

Untuk bisa membawa damai, seharusnya terlebih dulu kita mau berdamai dengan diri sendiri dengan mengendalikan rasa marah dan kecewa pada keadaan.  Seharusnya kita bisa mengendalikan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang bisa menyeret kita ke dalam arus konflik.  Sebagai pembawa damai dan kebenaran kita mungkin harus menghadapi situasi sulit, dicela, difitnah bahkan dianiaya, namun kita harus tetap kuat dan penuh kasih agar tetap terlihat identitas kita sebagai anak-anak Allah dan jaminan atas semua ini adalah upah yang besar di sorga.  Kerajaan sorga yang Allah sediakan bagi anak-anak-Nya yang setia membawa damai di bumi ini.

Refleksi
Mari kita evaluasi keberadaan kita: Apa yang sudah kita lakukan dalam hidup bermasyarakat di lingkungan tempat kita tinggal?  Sebagai kaum minoritas apakah kita masih bisa membuka diri bagi orang-orang di sekitar atau apakah kita justru menjauh?

Tekadku
Tuhan di tahun 2014 ini banyak hal bisa terjadi di negara ini, tolonglah aku dengan tuntunan Roh Kudus-Mu sehingga aku bisa menjadi orang yang membawa damai dalam pertikaian, dan membawa kasih di tengah permusuhan.

Tindakanku
Hari ini aku akan mendoakan negara dan masyarakat Indonesia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«