suplemenGKI.com

Mazmur 25:1-10 (lanjutan)

MEMERIKSA DIRI SENDIRI

PENGANTAR
Meski mengalami tekanan dan penderitaan dari musuh-musuhnya, pemazmur tidak lupa melihat apa yang ada di dalam hatinya sendiri.  Ketika penderitaan datang biasanya kita langsung menimpakan kesalahan kepada orang lain.  Padahal, yang membuat hati kita gelisah dan resah bukan hanya ’musuh-musuh’ dari luar, melainkan juga musuh dari dalam, yaitu dosa-dosa kita.   Musuh dari dalam sering kali justru lebih berbahaya dari pada musuh dari luar.  Karena itu, keberanian untuk melihat/ memeriksa diri sendiri (sering kali disebut introspeksi) merupakan langkah awal yang penting untuk keluar dari masalah dan penderitaan kita.

PEMAHAMAN

  • Ayat 6-7. Apa yang dapat kita ketahui mengenai dosa-dosa pemazmur? (lihat juga ayat 11).  Sejak kapan ia bergumul melawan dosa-dosanya?   Apa yang dapat kita ketahui mengenai kasih setia Tuhan?  Sejak kapan kasih setia Tuhan itu ada?
  • Ayat 8. Pemazmur menyebut dirinya sebagai ’orang yang sesat.’  Terkait dengan ungkapan ini, apa yang diharapkannya dari Tuhan?
  • Ayat 9-10.  Agar kita memperoleh bimbingan Tuhan, bagaimanakah seharusnya sikap hati kita?

Ketika pemazmur memeriksa hatinya, dia menyadari keberadaannya sebagai orang berdosa.  Bahkan, pemazmur mengaku, dia telah berbuat dosa sejak masa mudanya.  Dengan jujur pemazmur mengakui dosa-dosanya, dan dengan tulus dia membawa semua itu kepada Tuhan.  Mengapa dia berani membawa dosa-dosanya kepada Tuhan?  Pemazmur mengenal Tuhan sebagai Allah yang penuh kasih setia.  Pemazmur percaya bahwa kasih setia Tuhan jauh lebih besar daripada dosa-dosa yang telah diperbuatnya.  Pemazmur melakukan dosa sejak masa mudanya, namun kasih setia Tuhan sudah ada sejak purbakala!

Setelah membawa dosa-dosanya kepada Tuhan, lalu bagaimana?  Permohonan ampun disampaikannya di ayat 11.  Namun, sebelum memohon pengampunan, pemazmur telah mengambil komitmen untuk hidup mengikuti jalan-jalan-Nya. Menyadari dan mengaku dosa saja tidaklah cukup.  Pemazmur menyediakan dirinya untuk berjalan menurut hukum-hukum-Nya.   Sikap rendah hati dan konsisten seperti inilah yang dapat membebaskan kita dari dosa-dosa masa lalu kita.  Banyak orang Kristen menyatakan bertobat dari dosa-dosanya namun tidak mau belajar melakukan kehendak-Nya.  Akibatnya, dosa-dosa yang lama itu pun “kambuh” lagi.

REFLEKSI
Musuh-musuh manakah yang masih menggerogoti kehidupan Anda dari dalam?  Apa yang Anda lakukan untuk mengatasinya?

TEKADKU
Tuhan, berikan aku keberanian dan ketulusan untuk memeriksa diri agar aku dapat mengalahkan musuh yang menjadi penyebab utama penderitaanku, yaitu diriku sendiri.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan aku akan meminta minimal tiga orang yang cukup mengenal aku untuk menunjukkan hal apa yang menurut mereka masih perlu aku perbaiki. Aku juga akan meminta mereka mendoakan aku agar aku mampu memperbaiki sikap, perkataan, dan tindakanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«