suplemenGKI.com

Lukas 3:1-6

 

Seruan Pertobatan Agar Bebas Dari Kegelapan Dosa

            Dalam dunia jurnalistik ada jenis huruf terbesar yang biasa digunakan oleh kebanyakan surat kabar untuk suatu berita utama dan khusus tentang berbagai peristiwa, kejadian atau berita special yang sangat menakjubkan. Huruf terbesar itu disebut huruf  “second coming” (kedatangan kedua) Huruf-huruf  hitam yang bercetak tebal dan besar itu hanya diperuntukkan bagi berita luar biasa yang terpampang di halaman depan surat kabar. Disebut second coming, karena berita itu melanjutkan berita dari sumber pertama yang menjadi sumber berita, misalnya – sebuah tragedi gempa bumi. Tragedi gempa bumi itu sendiri merupakan sumber berita, kemudian oleh para jurnalis kejadian itu dimuat dalam surat kabar sebagai headline pemberitaannya. Para jurnalis menulisnya di surat kabar, merupakan second coming dari berita yang ditulis. Yohanes Pembaptis adalah second coming berita seruan pertobatan yang Tuhan perintahkan kepadanya untuk disampaikan kepada setiap pendengar.

 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Siapakah Yohanes Pembaptis itu?
  2. Dari manakah asal dan apa berita yang diserukan atau disampaikan oleh Yohanes Pembaptis?
  3. Kepada siapakah berita seruan pertobatan itu disampaikan?

 

Renungan:

Lukas 1:7-17 menjelaskan bahwa Yohanes Pembaptis adalah anak yang dijanjikan Tuhan kepada Zakharia dan Istrinya Elisabet dalam keadaan mereka tidak mempunyai anak, karena Elisabet adalah mandul. Dari sejak dijanjikan, Yohanes Pembaptis memang akan menjadi second coming bagi umat Israel agar mereka bertobat atau berbalik kepada Tuhan Allah mereka (1:17) Namun demikian bukan Yohanes Pembaptis yang berkuasa untuk menyelamatkan manusia dari dosanya, melainkan dia adalah sebagai pembuka jalan bagi Allah sendiri yang akan datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Yohanes Pembaptis menerima mandat dan perintah sepenuhnya dari Tuhan untuk melakukan apa yang harus dilakukannya. Tidak dijelaskan bagaimana firman Tuhan datang kepada Yohanes, apakah melalui malaikat, melalui mimpi, melalui penglihatan atau suara tidak ada keterangan untuk itu. Hanya dikatakan bahwa firman Allah itu datang kepada Yohanes ketika dia berada di padang gurun. Hal ini menegaskan bahwa firman Tuhan tidak dibatasi oleh lokasi, profil manusia, firman Tuhan tidak bisa dibelenggu oleh keadaan dan tidak hilang sekalipun di tengah padang gurun. Isi firman yang diterima Yohanes adalah seruan pertobatan kepada orang-orang yang dibelenggu dosa.

Penerima berita pertobatan itu dijelaskan dalam ayat 1-2a, yaitu: Para pembesar kekaisaran Romawi, para raja dan para imam besar yang posisinya menjadi pemimpin pada bagiannya masing-masing. Mengapa harus mereka yang menjadi objek pertama pemberitaan seruan pertobatan! Karena mereka itu adalah orang-orang yang giat membangun kerajaan duniawi yang fana. Matthew Henry mengatakan, mereka itu adalah membangun kerajaan duniawi dengan kemunafikan. Secara kasat mata mereka seperti memimpin masyarakat, memelihara dan mengajarkan hukum-hukum agama tetapi sesungguhnya mereka adalah  hidup dalam kemunafikan. Maka seruan Yohanes merupakan satu-satunya jalan keluar bagi mereka untuk bebas dari kemunafikan itu. Mereka sedang di dalam kegelapan dosa yang akan binasa apabila tidak bertobat dam memberi diri dibaptis. Pertobatan bukan hanya membebaskan seseorang dari kegelapan dosa, tetapi juga menolong seseorang untuk menjadi sadar atas kekeliruan karena ketidaksadarannya (Maz 19:13) Bercermin dari perenungan hari ini, biarlah kita juga menjadi sadar atas ketidaksadaran kita yang mungkin telah membawa kita pada hidup yg tidak berkenan kepada Tuhan. Untuk itu kitapun perlu bertobat, sehingga apa yang kita lakukan, layankan dan beritakan berkenan kepada Tuhan. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«