suplemenGKI.com

Minggu, 2 April 2017

01/04/2017

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

Yohanes 11:17-44

 

Pengantar
Iman Kristen adalah satu-satunya iman yang membangkitkan. Kebangkitan merupakan suatu kuasa kehidupan yang tidak bisa dicapai oleh siapapun yang ada di tengah dunia ini. Barangsiapa yang percaya kepada Kristus maka ia akan hidup walaupun ia sudah mati artinya kuasa kematian itu tidak dapat mengikat dan tidak berkuasa lagi. Apakah kita sudah tahu apa itu kebangkitan? Mari kita belajar dari kisah ini untuk bisa memahami mengapa harus ada kebangkitan.

Pemahaman

  • Ayat17-32     :Apa yang ingin ditekankan oleh Yesus dalam kisah tentang kematian Lazarus?
  • Ayat 33-44    : Bagaimana cara Yesus membangkitkan Lazarus?

Yesus berbicara tentang kebangkitan yang  adalah diri-Nya sendiri, “Akulah kebangkitan dan hidup” (ayat 25). Yesus menyatakan diri-Nya dengan formula Yun: ego eimi (“Akulah….”) yang terkenal itu. Dia sudah menyatakan bahwa Ia adalah benar-benar makanan dan benar-benar minuman, bahwa Ia adalah terang dan hidup (4:10,14;  6:33, 48,53;  8:12), kini Yesus menyatakan diri-Nya sebagai kebangkitan dan hidup. Pernyataan Yesus tentang kebangkitan dan hidup ini hanya bisa dimengerti dengan mencermati pernyataan Yesus berikut-Nya, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.” Yesus berbicara tentang hidup yang akan dimiliki oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pernyataan ini pun menuntut respon pendengar-Nya, yakni dengan percaya dan mempercayakan diri.Untuk seseorang sampai pada titik percaya dan mempercayakan diri tentu merupakan proses tidak mudah. Maka, jika kita cermati, sebelum Yesus mengucapkan pernyataan itu ada beberapa hal yang dipersiapkan-Nya.Kisah Lazarus ini mempersiapkan para murid untuk mengerti kebangkitan Yesus. Dia yang berkuasa membangkitkan orang mati juga mempunyai kuasa untuk hidup dalam kebangkitan.

Ia mengarahkan diri-Nya sendiri kepada Bapa-Nya yang hidup di sorga. Demikianlah Ia memanggil-Nya, dan mengarahkan mata-Nya kepada-Nya. Sikap tubuh yang ditunjukkan-Nya mengandung makna yang mendalam: “Ia menengadah keatas” (ayat 41), sebuah sikap jasmani yang menunjukkan memfokuskan pikiran kepada Allah. Untuk menunjukkan kepada semua orang di sekeliling-Nya dari mana kuasa-Nya berasal. Kemudian Ia mengalihkan perhatian-Nya kepada kawan-Nya yang sudah terbaring di dalam kubur. Berserulah Ia dengan suara keras: Lazarus. Marilah ke luar!Seruan nyaring itu menjadi gambaran dari panggilan Injil, yang melaluinya jiwa-jiwa yang mati dibangkitkan dari kuburan dosa. Inilah kebangkitan yang dibicarakan oleh Kristus itu dan yang dimaksudkan oleh perkataan-Nya itu. Melalui peristiwa Lazarus ini la pun memberikan contoh tentang kebangkitan itu, supaya kita juga percaya dan tidak meragukan kuasa Tuhan.

Refleksi
Renungkanlah: Jika Anda ingin mengalami kehidupan kekal, maka sekaranglah saatnya kita percaya dan mempercayakan diri kepada Yesus yang pernah menyatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup!”

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk bisa percaya dan mempercayakan diri kepadamu, supaya saya bisa merasakan hidup yang kekal mulai hari ini dalam kehidupan saya sehari-hari.

Tindakanku
Saya akan menceritakan kabar baik tentang kuasa kebangkitan yang Yesus ajarkan kepada keluarga, teman, atau saudara yang belum pernah mendengarkan kabar ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«