suplemenGKI.com

Yohanes 6:22-35.

 

Roti yang mengenyangkan perut dan roti yang mengenyangkan rohani.

 

Pengantar:
Yesus memberi makan lima ribu orang rupanya sangat mengesankan bagi banyak orang. Bukan saja bagi mereka yang saat itu menyaksikan dan menikmati secara langsung, tetapi juga bagi orang-orang yang tidak ada di lokasi saat itu. Maka pada keesokan harinya orang-orang semakin banyak mencari Yesus. Prasa “orang banyak” ini menunjukan bahwa jumlah orang yang lebih banyak dari sebelumnya (v.24) Hal itu karena mereka saling menceritakan kepada sanak-saudaranya yang lain. Semua orang itu berusaha mencari Yesus, pertanyaannya: Apakah tujuan mereka mencari Yesus?

Pemahaman:

1)      Apa arti jawaban Yesus terhadap pertanyaan orang banyak? (v.25-26)

2)      Apakah makna perintah Yesus bagi mereka (v. 27)

3)      Apakah makna dialog Yesus dengan orang banyak di ayat 28-34?

4)      Apakah pula makna pernyataan Yesus di ayat 25?

Ketika Yesus memberi makan lima ribu orang (6:1-15) sebenarnya Yesus sangat

menghargai mereka, karena mereka telah setia bertahan bersama Yesus dalam waktu yang cukup lama. Mereka telah mendengar pengajaran Yesus, melihat Yesus melakukan mujizat-mujizat. Maka kemudian Yesus menyediakan makanan cukup bagi mereka. Namun setelah mereka menikmati makanan jasmani sampai kenyang, rupanya itu yang kemudian menjadi fokus mereka sehingga makin bersemangat mengikuti Yesus kemanapun Yesus pergi. Hal inilah yang kemudian membuat Yesus berkata kepada mereka “kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti dan kamu kenyang” Sebuah keputusan mengikut Yesus yang sangat dangkal.

Yesus pasti sanggup memberi makan sebanyak apapun yang dibutuhkan (berkat) tetapi terlalu kecil arti kehadiran Yesus bagi mereka jika hanya diukur dengan makanan. Yesus hadir untuk hal yang lebih besar dari makanan yaitu keselamatan jiwa (v. 27)

Keselamatan jiwa seharusnya yang menjadi fokus dalam mengikut Yesus. Untuk mendapatkannya adalah dengan mengerjakan kehendak Allah, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus yang diutus Allah (v.29) Pernyataan Yesus tentang diri-Nya sebagai Roti Hidup, bukan menunjuk pada roti yang bisa mengenyangkan perut, tetapi Roti Hidup yang dapat mengenyangkan rohani, menyelamatkan jiwa dan Yesuslah sumber keselamatan itu.

Refleksi:
Coba saudara renungkan, apakah saudara mencari, mengikuti Yesus hanya untuk makan, uang, kekayaan, kesehatan? Jika ya, saudara sedang mengecilkan arti kehadiran Kristus dalam hidupmu. Yesus hadir untuk kebutuhan yang jauh lebih besar yaitu menyelamatkanmu.

Tekad:
Tuhan Yesus, aku bersyukur karena kehadiran-Mu bagi adalah untuk keselamatanku.

Tindakan:
Saya mau mengubah konsep pemikiran saya, bahwa saya mengikut, beribadah, melayani Yesus adalah karena saya telah mendapatkan keselamatan dari pada-Nya, bukan sekedar untuk diberkati secara materi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«