suplemenGKI.com

Lukas 16:10-13

Mengabdilah Hanya Kepada Satu Tuan

Dipercayakan orang memang sesuatu yang membanggakan. Banyak orang menjadi sedih apabila dikatakan “anda tidak dapat dipercaya” Tahukah kita dasar mengapa ada orang yang dapat dipercaya dan ada orang tidak dapat dipercaya? Sederhana sebenarnya, yaitu apabila dia memiliki Responsibility atau tanggungjawab yang bisa ditunjukkan. Saya mengatakan sederhana karena sebenarnya tanggungjawab itu tergantung dari sikap hati yang tulus, jujur dan sportif. Mana mungkin seseroang bisa bertanggungjawab jika dia adalah orang yang tidak tulus, tidak jujur dan tidak sportif. Kecenderungan orang yang tidak jujur, tidak tulus dan tidak sportif adalah menipu, seperti yang telah kita bahas kemarin.

Lukas 16:10-13, merupakan sebuah pelajaran yang sangat mendasar tetapi penting dan prinsip dalam hidup setiap orang terkait hubungan dengan pihak-pihak di luar dirinya.

Penting bagi kita untuk memahami pernyataan-pernyataan di ayat. 10-13 ini.

  1. Apakah anda melihat hubungan antara perkara “setia” dengan perkara “benar?”
  2. Berkaitan dengan pengabdian, dampak apa yang bisa terjadi ketika pengabdian itu terbagi kepada dua objek yang berbeda dan saling bertentangan!

Renungan:

Hubungan antara perkara kecil atau besar dengan kesetiaan adalah sangat prinsip, karena ketika seseorang setia dan  bertanggungjawab terhadap apa yang dipercayakan kepadanya, tidak peduli itu hal yang besar atau kecil, itu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang benar dan bertanggungjawab. Tetapi sebaliknya seseorang yang tidak setia termasuk dengan perkara kecil apalagi yang besar, maka dia adalah pasti bukan orang yang benar.

Di dunia ini semua orang sangat senang dan bersemangat jika berbicara tentang uang. Karena uang merupakan benda yang bisa memudahkan, menaikkan derajat, menguasai orang dan membuat nyaman hidup manusia, walaupun sifatnya sementara. Itulah sebabnya karena uang orang bisa korupsi, bisa menguasai orang lain dan bisa merendahkan orang lain. Tetapi ingat uang juga bisa membinasakan sampai ke generasi-generasi berikutnya. Uang juga bisa membawa seseorang pada ketidakadilan, pemerasan dan kelicikan. Di saat seseorang tergiring pada apa yang ditentang Tuhan karena uang, maka saat itulah sebenarnya uang itu menguasai dia. Punya uang banyak sama-sekali tidak salah, asal uang itu digunakan untuk memuliakan Tuhan. Dengan uang banyak kita bisa terhindar dari penderitaan kemelaratan, tetapi seharusnya dengan uang juga kita bisa memuliakan Tuhan (mungkin dengan berbagi kepada orang lain atau menunjang pelayanan kemanusiaan)

Sejak dulu kelemahan manusia terhadap uang atau harta atau mammon adalah, dikuasai mammon. Kita ingat banyak kasus dalam dunia ini, antar saudara bisa saling membunuh, antar saudara bisa saling bermusuhan, antar Negara bisa saling menguasai dan sebagainya. Semua berlatarbelakang karena dikuasai mamon. Tuhan Yesus mau menekankan bahwa jika seseorang dikuasai mamon, maka dia pasti mengabdi kepadanya. Kondisi demikian menurut Yesus tidak benar. Karena penguasa yang benar bukan mammon, tetapi Allah yang menciptakan segalanya termasuk harta. Maka seharusnya manusia mengabdi kepada Allah yang telah mencitpakannya.

Ketika kita diarahkan pikirannya kepada Allah yang adalah sang penguasa alam semesta termasuk manusia ini, maka kita sebenarnya diarahkan untuk mengabdi kepada Tuhan. Mengabdi berarti tunduk, setia, melayani dan meengakui hanya kepada Tuhan saja. dengan demikian harus melepaskan mamon. Mamon seharusnya alat Tuhan untuk mensejahterakan kita, membuat kita nyaman menikmati kasih dan anugerah Tuhan. Fokus satu-satunya adalah Tuhan kepada Dialah kita mengabdi.

“Hidupmu akan berarti jika engaku menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuan dalam hidupmu, Tuhan Yesus akan membuat engkau menikmati berkat-berkat-Nya”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»