suplemenGKI.com

Matius 22:15-20.

 

Janganlah Hidup Ditunggangi Oleh Niat Hati Yang Jahat

Pengantar:

Perikop ini dimulai dengan adanya niat jahat dari orang Farisi dan kaum Herodian yang hendak menjerat Yesus, terkait dengan diperbolehkan atau tidak membayar pajak kepada kaisar. Para Farisi itu menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian mengajukan pertanyaan jebakan kepada Yesus. Seperti apa pertanyaan mereka itu?

Pemahaman:

  1. Apa makna tujuan pertanyaan murid-murid para farisi dan orang-orang Herodian di v.17?
  2. Apa hubungan pertanyaan mereka dengan kaisar dalam hal membayar pajak?
  3. Bagaimana tanggapan Yesus terhadap pertanyaan tersebut?

Sepintas, pertanyaan itu memang hanya berbicara tentang uang, tetapi bagi bangsa
Yahudi itu menyangkut nilai ketaatan yang mereka hayati hanya patut diberikan kepada Allah sebagai satu-satunya Raja dan Tuan atas hidup mereka. Dan masalah pajak merupakan hal penting dalam hidup orang Yahudi. Dalam tradisi orang Yahudi ada tiga kelompok yang menyikapi pajak secara berbeda. Kaum Yahudi militan (orang Zelot) sangat anti membayar pajak, Kaum Farisi, membayar pajak tetapi dengan terpaksa, dan kaum Saduki (imam-imam kepala) serta kelompok Herodian lebih kooperatif, mereka membayar pajak dengan sukarela. Yang datang kepada Yesus adalah kelompok ke dua dan tiga, maka apapun jawaban Yesus pasti akan bertentangan dengan salah satu kelompok. Jika Yesus jawab tidak akan dianggap pemberontak, jika Yesus jawab boleh akan dianggap kompromi dan pasti dikucilkan. Orang Yahudi meyakini hanya Allah saja sebagai Raja, dan jika ada yang membayar pajak kepada kaisar maka dianggap mentuhankan manusia.

Tanggapan Yesus terhadap pertanyaan mereka, Ia menjawab dengan cerdik dan bijaksana. Ia meminta seseorang menunjukan uang dinar dan menanyakan gambar serta tulian yang ada di dalamnya. Di dalam dinar terdapat gambar dan tulisan kaisar, maka itu menjadi hak milik kaisar. “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar!” Itu sebagai wujud ketaatan kepada pemerintah. Kemudian Ia lanjutkan ucapanNya, “….dan berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Dengan jawaban ini Yesus menunjukan bahwa ada batas di mana manusia dapat mentaati seorang kaisar yang adalah manusia, dan ada bagian yang tidak dapat dijamah oleh kaisar, yaitu kekuasaan Allah. Ketika hati tidak ditunggangi oleh niat jahat, kita akan mampu menunjukan kewajiban dan tanggungjawab dengan cara yang benar.

Refleksi:
Sejauh mana kita menempatkan diri sebagai umat Tuhan yang bijaksana yang taat kepada pemerintah dan khususnya kepada Tuhan sesuai dengan ketentuan yang benar .

Tekad:
Tuhan, ampuni aku jika selama ini aku hidup tidak isa menempatkan diri dengan benar baik di masyarakat maupun di gereja.

Tindakan:
Aku mau belajar cerdik dan bijaksana, sehingga aku mengerti mana yang menjadi tangungjawab soasial dan mana yang merupakan ketaatan total kepada Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«