suplemenGKI.com

Yohanes 4 : 20 – 42

MAKANAN YANG TIDAK DI KENAL

 

PENGANTAR
Tuhan Yesus datang ke Samaria bersama murid-murid-Nya. Namun sebelum perempuan Samaria itu datang ke sumur Yakub, murid-murid pergi ke kota untuk membeli makanan. Dan apa yang menjadi percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria tersebut murid-murid sama sekali tidak mengerti. Entah berapa lama murid-murid pergi mencari makanan, tetapi ketika mereka kembali mereka masih mendapati perempuan Samaria tersebut sedang bercakap-cakap dengan Tuhan Yesus. Namun tak lama kemudian perempuan Samaria tersebut meninggalkan Tuhan Yesus untuk memberitakan kepada masyarakat Samaria bahwa ia telah menemukan Kristus atau Mesias.

PEMAHAMAN

  1. Murid-murid pergi meninggalkan Tuhan Yesus untuk membeli makanan ( ayat 8 ), apa yang dikatakan murid-murid setelah kembali kepada Tuhan Yesus ? ( ayat  27, 31 )
  2. Bagaimana jawaban Tuhan Yesus ? ( ayat 32-34 ). Apa makna dari jawaban Tuhan Yesus bagi kita ?

Ketika perempuan Samaria tersebut mengerti bahwa Yesus adalah Mesias maka ia pergi memberitakan  kepada orang-orang Samaria bahwa ia telah bertemu dengan Kristus/Mesias. Ia kembali kepada Tuhan Yesus dengan membawa orang-orang Samaria. Sedangkan murid-murid-Nya telah kembali dengan membawa roti. Murid-murid yang datang dengan membawa roti, mempersilahkan Tuhan Yesus untuk segera makan, “Rabi, makanlah”. Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal”. Peristiwa ini menyatakan sebuah prioritas Yesus. Walaupun lapar, Dia menunda acara makan siang demi kepentingan penginjilan untuk keselamatan orang-orang Samaria yang dibawa oleh perempuan tersebut. Dia mengutamakan kehendak Allah dan kepentingan rohani dari pada kepentingan jasmani untuk makan.

Lebih lanjut Tuhan Yesus mengatakan, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Perempuan yang datang membawa masyarakat Samaria adalah baru percaya dan ia mengharapkan orang-orang yang dibawa kepada Yuhan Yesus juga percaya. Bagi Tuhan Yesus melayani mereka yang datang kepada-Nya adalah melakukan  Kehendak Bapa yang mengutus Yesus. Untuk itu Tuhan Yesus membentuk suatu kiasan, seperti seseorang disegarkan oleh makan makanan biasa, maka Dia disegarkan dengan melakukan kehendak Allah. Bagi Tuhan Yesus tidak mungkin Dia akan makan roti biasa jika Dia berkesempatan melakukan tugas-Nya, mewartakan anugerah Allah kepada masyarakat Samaria yang dibawa kepada-Nya. Bagi Tuhan Yesus melakukan Kehendak Allah sangat menyegarkan Dia dari pada segala sesuatu yang ada di dunia ini. Oleh sebab itu marilah kita melakukan kehendak Allah dengan melayani Tuhan dan sesama. Kesempatan melayani Tuhan dan sesama merupakan kesempatan yang paling indah dan menyukakan. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan: Apakah kita rela menunda makanan jasmani demi kepentingan melakukan kehendak Allah ? Apakah kita rela menunda untuk memperkaya diri untuk memperoleh “upah” Sorgawi ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya supaya saya rela untuk menunda hal-hal yang bersifat memuaskan jasmani demi kepentingan pelaksanaan kehendak Allah.

TINDAKANKU
Saya harus berkomitmen untuk melayani Tuhan dan sesama dengan kesungguhan hati karena dengan demikian saya melakukan kehendak Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«