suplemenGKI.com

Minggu, 19 Juli 2020

18/07/2020

Mazmur 86:11-17

MENANTIKAN JAWABAN TUHAN

PENGANTAR
Kita perlu memiliki sikap iman yang benar bukan hanya pada waktu berdoa, namun juga ketika menantikan jawaban Tuhan atas doa kita. Menantikan jawaban Tuhan adalah masa yang tidak mudah dilalui. Beberapa orang tidak cukup sabar sehingga menempuh caranya sendiri. Ada juga menanti sambil terus membiarkan ketakutan dan kekuatiran menguasai hati dan pikirannya. Bahkan ada yang terus menanti meskipun Tuhan sudah memberikan jawaban kepadanya. Meski tidak mudah, jika dilakukan dengan sikap iman yang benar, menantikan jawaban Tuhan bisa menjadi momentum yang berharga untuk mendewasakan iman kita.

PEMAHAMAN

  • Ay. 11-13.      Pemazmur percaya bahwa Tuhan akan menjawabnya (ay. 7). Bagaimana sikap pemazmur menantikan jawaban Tuhan atas doanya? Sebutkan dua komitmen yang diungkapkan pemazmur di bagian ini dan apa yang menjadi dasar komitmen tersebut.
  • Ay. 14-17.      Seberapa seriuskah persoalan yang dihadapi pemazmur? Bagaimana pemazmur menghadapi keadaan itu?

Pemazmur menantikan jawaban Tuhan atas doanya, bukan dengan berdiam diri, melainkan dengan menyatakan komitmennya kepada Tuhan. Ada dua komitmen yang disebutkan di bagian ini. Pertama, komitmen untuk hidup di dalam kebenaran (ay. 11). Pemazmur menyadari bahwa ia tidak akan mampu melaksanakan komitmen ini tanpa pertolongan Tuhan. Karena itu ia memohon agar Tuhan “menunjukkan” (artinya, mengajarkan) jalan-Nya kepada pemazmur (ay. 11a). Pemazmur juga memohon agar Tuhan bekerja di dalam hatinya agar takut akan Tuhan memenuhi hatinya (ay. 11b). Kedua, komitmen untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan dan memuliakan nama-Nya (ay. 12). Komitmen ini didasarkan atas pengalaman pemazmur di masa lalu, yaitu ketika Tuhan menyelamatkannya dari kematian. Pengalaman itu membuat pemazmur memahami kasih setia Tuhan yang besar kepadanya. (ay. 13). Dua komitmen ini – hidup dalam kebenaran dan senantiasa bersyukur sambil memuliakan nama-Nya – akan membuat pemazmur siap menerima apa pun yang terbaik dari Tuhan.

Beberapa penafsir berpendapat bahwa di ayat 14 inilah pemazmur mengungkapkan pergumulannya secara lebih konkrit. Pemazmur menyebut musuh-musuhnya sebagai “orang-orang yang angkuh” dan “gerombolan orang-orang yang sombong”. Pemazmur juga menyebut mereka sebagai orang yang tidak mempedulikan Allah. Bagi pemazmur, mereka merupakan ancaman yang serius karena ingin mencabut nyawanya. Pemazmur tahu apa yang harus dilakukannya untuk menghadapi mereka: bersandar kepada kasih setia Tuhan (ay. 15-16). Pemazmur yakin bahwa pertolongan yang diterimanya akan menjadi “tanda kebaikan” dari Tuhan yang dapat dilihat oleh musuh-musuhnya (ay. 17).

REFLEKSI
Cara terbaik untuk menunggu jawaban dari Tuhan atas doa-doa kita adalah dengan mempersiapkan diri untuk menerima apa pun yang terbaik dari-Nya.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar sabar menantikan jawaban-Mu atas doa-doaku dan menjadikannya momentum yang berharga untuk mendewasakan imanku.

TINDAKANKU
Dalam minggu ini aku akan menceritakan kepada minimal dua orang mengenai bagaimana Tuhan menjawab doa-doaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«