suplemenGKI.com

INISIATIF ALLAH

Yohanes 1:35-51

 

PENGANTAR
Yohanes Pembaptis tidak pernah berhenti mengulangi kesaksiannya bagi Sang Mesias yang dinantikan Israel.  Meski seolah tanpa hasil, Yohanes terus bersaksi.   Ia tidak patah semangat atau putus asa.
Tujuan hidupnya jelas.  Ia adalah saksi bagi Kristus.  Kesadaran inilah yang membuatnya tidak lekas patah semangat.  Meskipun belum ada yang percaya, Yohanes  tidak merasa perlu mengganti isi kesaksiannya yang berpusat pada Kristus.  Dalam perikop yang kita baca hari ini, mulai terlihat hasil dari kesaksian Yohanes, ada murid-murid yang mau percaya dan ikut Dia.  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Siapa murid Yohanes yang ikut Yesus?  Bagaimana sikap Yohanes saat murid-Nya ikut Dia? (ayat 35-37)
  • Bagaimana proses pemanggilan para murid terjadi, yang menunjukkan inisiatif Allah yang beranugerah memanggil para murid menjadi rekan kerja-Nya? (ayat 37-49)

Entah sudah berapa kali Yohanes berseru-seru untuk meyakinkan bahwa Yesus adalah Sang Mesias.  Dalam perikop ini, barulah kelihatan ada murid-murid yang mulai percaya dan mau ikut Dia.  Bagaimana pemanggilan para murid itu terjadi?  Pertama, setelah bertemu Yesus, dua orang murid Yohanes, salah satunya adalah Andreas segera meninggalkan Yohanes dan mengikuti Yesus.  Apakah Yohanes merasa kecil hati?  Tidak!  Yohanes tidak merasa kehilangan wibawa atau apapun saat ia kehilangan murid-murid karena ikut Yesus.  Yohanes berbesar hati dan dengan senang hati melepas muridnya untuk ikut Yesus tanpa harus merasa kehilangan ‘apa-apa’.

Kedua, pertemuan murid-murid Yohanes dengan Yesus mengakibatkan mereka menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias.  Andreas ikut Yesus setelah mendengar ucapan Yohanes yang mengatakan “Lihatlah Anak Domba Allah“.  Lalu, Andreas segera bersaksi dan membawa Petrus kepada Yesus (ayat 41).  Yesus menyatakan pada Petrus bahwa Ia mengenal masa lalu dan masa depan Petrus (ayat 42).  Simon Petrus, dihampiri-Nya; dan dinamakan “Kefas” (=batu karang).  Rantai kesaksian tidak terputus.  Filipus diajak-Nya: “Ikutlah Aku!“.  Filipus yang bertemu Yesus segera bersaksi kepada Natanael (ayat 45) dan juga mengajaknya bertemu Yesus (ayat 47).  Kepada Natanael, Yesus mengungkapkan kemahatahuan-Nya (ayat 47-48).  Bagi Natanael, hanya dengan dilihat oleh-Nya saat berdiri di bawah pohon ara maka dia mengakui-Nya sebagai Raja orang Israel.  Natanael yang bertemu Yesus segera menyembah-Nya (ayat 49).

Kebenaran yang kita pelajari: Satu, percaya pada Yesus dan menjadi saksi-Nya merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan.  Setiap orang percaya harus memiliki semangat menjadi saksi agar orang-orang sekitar tertarik ikut Dia.  Dua, tahap-tahap pemilihan para murid dalam bacaan ini membuktikan bahwa setiap orang yang datang kepada-Nya karena Allah telah terlebih dahulu berinisiatif memanggil, membuka jalan dan kesempatan.  Panggilan menjadi murid-Nya adalah anugerah dan sepenuhnya inisiatif Dia.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Bukan manusia yang mulai mencari Allah, tetapi Allah yang menjumpai manusia dan membangkitkan kerinduan rohani untuk berjumpa dengan Dia.  Percaya pada Yesus dan menjadi saksi-Nya merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan.

TEKADKU
Ya TUHAN, terimakasih untuk inisiatif-Mu memanggilku menjadi murid dan pelayan-Mu.  Mampukan aku menjadi saksi dan terus memiliki kerinduan berjumpa dengan Engkau.

TINDAKANKU
Aku mau berterimakasih sebab Dia memanggilku menjadi murid dan pelayan-Nya, yang aku wujudkan dengan taat melakukan kehendak-Nya dan melayani dengan sukacita apapun tantangannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«