suplemenGKI.com

Lukas 1:39-55

 

“Time To Rejoice”

Pengantar:
Hari ini adalah minggu Advent ke empat, minggu terakhir sebelum memperingati Natal. Sebagai bentuk persiapan menjelang Natal, maka nuansa Natal semakin terasa, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Yang terlihat seperti dekorasi di gedung gereja semakin semarak, di rumah-rumah umat telah terpasang pohon Natal, di pusat-pusat perbelanjaan diskon-diskon selama masa raya Natal kian menggoda. Yang tidak terlihat kita pasti merasa ada sesuatu yang berbeda, ketika mendengar kidung-kidung Natal dikumandangkan kita pasti terbawa pada suasana sukacita yang tidak seperti biasanya. Terlepas dari apapun motivasinya, tetapi paling tidak semuanya mengekspresikan ada sukacita menyambut Natal.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak digambarkan dalam perjumpaan Maria dan Elisabet di ayat 39-45?
  2. Apa yang mendorong Maria melantunkan pujian yang agung bagi Tuhan? (v. 46-53)
  3. Apa yang hendak ditegaskan oleh Maria melalui syair pujian di ayat 54-55?

Perjumpaan Maria dan Elisabet dapat dikatakan sebuah perjumpaan dua orang yang sedang bergumul dengan keadaannya masing-masing. Maria bergumul karena berita Malaikat bahwa ia akan mengandung sedangkan ia belum menikah pasti tidak mudah baginya. Elisabet bergumul karena baru mengandung di hari tuanya, tentu bukan hal yang sederhana baginya sekalipun ia juga bersyukur karena kehamilan adalah anugerah Allah. Namun pergumulan mereka itu kemudian berubah menjadi sukacita karena Allah selalu punya cara untuk mengkonfirmasi setiap kehendak-Nya bagi orang-orang yang dikaruniai untuk menjadi alat kemuliaan-Nya. Maria akan mengandung anak yang ditentukan melalui Kuasa Roh Kudus untuk mendatangkan keselamatan bagi dunia, yaitu Yesus Kristus. Itu sebuah karunia khusus bagi Maria, itu sebabnya Elisabet berkata “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu”. Dan tidak kalah menarik Elisabet pun mengalami hal yang ajaib ketika Maria memberi salam, anak yang dalam rahimnya melonjak kegirangan, sebuah tanda bahwa akan datang sukacita besar yaitu keselamatan bagi dunia. Puji-pujian Maria adalah berangkat dari rasa syukur karena sekalipun ia bergumul tetapi hidup spiritualitasnya bersyukur sebab dibalik pergumulan itu ada cahaya terang yang membawa keselamatan kekal. Ayat 54-55 merupakan syair keyakinan Maria bahwa Allah telah menepati janji-Nya. Dengan penghayatan demikian maka tidak ada lagi keraguan bagi Maria untuk menjadi alat Tuhan dalam menggenapi janji keselamatan bagi dunia.

Refleksi:
Saudara-saudara, sebagai orang beriman janganlah kita lari dari pergumulan hidup, hayatilah bahwa dibalik pergumulan itu ada Tuhan yang setia pada janji-Nya untuk menolong kita.

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, mampukan saya untuk melihat janji setia-Mu dibalik pergumulan hidupku.

Tindakanku:
Memang tidak mudah untuk bersukacita ketika dilanda pergumulan hidup, namun mari kita belajar melihat bahwa sesungguhnya dibalik setiap pergumulan pasti tersedia pertolongan Tuhan karena Dia setia pada janji-Nya, jadi tetaplah bersukacita ketika ada pergumulan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«