suplemenGKI.com

Yohanes 20:19-31

 

“Damai Sejahtera Kristus Memulihkan Dengan Sempurna”

Pangantar:
Memulihkan kondisi traumatis yang mendalam akibat mengalami suatu kejadian atau peristiwa yang sangat memilukan memang tidak mudah, membutuhkan waktu lama bahkan mungkin perlu bantuan seorang ahli psikolog. Ada seorang ibu yang pernah mengalami musibah kerampokan beberapa waktu lalu, setiap kali dia melihat orang bersepeda motor memakai jaket hitam, helm hitam dan penutup wajah, ia akan segera menutup mukanya dan seperti ketakutan, mengapa? Karena masih trauma atas kejadian yang menimpanya sekian tahun silam. Hal itu menunjukan betapa sulitnya lepas dari perasaan trauma yang mendalam. Bacaan firman Tuhan hari ini juga mengisahkan ekspresi trauma yang dialami murid-murid Yesus, Pasca peristiwa yang menimpa Yesus Guru mereka, yaitu penangkapan, pengadilan, penyiksaan dan penyaliban hingga mati di atas kayu disalib yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin Yahudi.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak ditunjukkan oleh penulis di dalam ayat 19-26?
  2. Apa yang dibutuhkan murid-murid agar terbebas dari ketakutan kemudian percaya?

Sejak Yesus ditangkap, kemudian dibawa ke pengadilan, disiksa sampai pada peristiwa penyaliban-Nya, keadaan murid-murid menjadi sangat tidak menentu. Mereka menjadi sangat ketakutan sehingga bersembunyi, seperti yang dicatat dalam bacaan kita hari ini. Mereka berkumpul di sebuah tempat dengan pintu-pintu terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Seorang murid bernama Tomas bahkan tidak diketahui keberadaannya sehingga dia tidak ada bersama-sama murid-murid di tempat tersebut. Di saat murid-murid dikuasai oleh ketakutan itu, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Yesus juga menunjukan tangan dan lambung-Nya kepada murid-murid sehingga membuat mereka bersukacita karena telah melihat Tuhan. Namun Yesus kembali mengucapkan kalimat: “Damai sejahtera bagi kamu”. Delapan hari kemudian, di saat murid-murid berada di tempat yang sama dan Tomas juga hadir di sana, dengan pintu-pintu tetap terkunci, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Mengapa Yesus harus mengulang sampai tiga kali sapaan dengan kalimat yang sama? Kata “Damai sejahtera” yang diucapkan Yesus dalam ayat 19, 20 dan 26 dalam bahasa Yunani memakai kata “Eirene” yang artinya: Damai; Perdamaian; Keserasian, Damai sejahtera; Ketertiban; Selamat. Kata-kata tersebut biasa ditujukan kepada orang yang sedang kacau-balau kehidupannya. Rupanya murid-murid begitu sulit pulih dari trauma itu karena mereka sedang kacau-balau perasaannya, hidupnya sehingga menjadi sangat ketakutan. Kristus sangat mengerti hal itu, itulah sebabnya Ia harus menolong, memulihkan mereka dengan  tuntas yang ditunjukan dengan menyapa mereka dengan kata Eirene sampai tiga kali. Melalui sapaan Yesus itu mereka kemudian menjadi pulih hidupnya dan mampu berkata “Aku percaya” kepada Yesus. Mereka sudah mengalami Eirene dari Tuhan Yesus yang sudah bangkit dan menang atan segala kekacauan hidup.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Tidak jarang ketika kita mengalami persoalan hidup yang begitu berat dan rumit, itu akan menyisakan trauma yang begitu dalam. Namun jangan kuatir saudara-saudaraku, Yesus akan menuntaskan untuk memulihkan kita, bagian kita adalah membuka hati bagi kehadiran dan sapaan-Nya yang berkata “Eirene” kepada kita.

Tekadku:
Tuhan Yesus, saya bersyukur memiliki Allah seperti Engkau yang tidak pernah setengah-setengah dalam memulihkan hidup saya dari apapun pergumulan hidup ini.

Tindakanku:
Saya harus selalu meyakini diri saya bahwa apapun persoalan hidup saya Tuhan Yesus pasti akan menolong memulihkan saya dengan sempurna, karena Dia adalah Allah Sang pemulih yang sempurna bagi yang percaya kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«