suplemenGKI.com

Kristus yang Bangkit Menerima Kita Menjadi Saksi-Nya

Lukas 24:36-49

Pengantar

Setelah memberikan “Salam damai”-Nya yang meneduhkan – seperti yang kita renungkan kemarin, kini Kristus memberikan bukti yang menegaskan bahwa Dia benar-benar telah bangkit. Pembuktian tersebut akan menjadi bahan perenungan kita hari ini.

Pemahaman

- Ayat 39-40   : Mengapa Kristus memperhatikan tangan dan kaki-Nya, serta meminta mereka untuk meraba tubuh-Nya? Hal apa yang dapat kita pelajari dari tindakan Kristus ini?

- Ayat 42-43   : Mengapa pula Kristus harus memakan sesuatu di depan para murid-Nya? Mengapa Ia tidak berkata, “Terserah kamu, mau percaya bagus, mau tidak percaya juga boleh. Terserah kamu”?

Saat melihat Kristus yang tiba-tiba hadir di tengah-tengah mereka, para murid langsung dilanda perasaan terkejut, sekaligus takut. Betapa tidak, mereka tidak mendengar pintu diketuk pun dibuka. Mereka juga tidak membuka pintu (yang sangat mungkin dalam keadaan terkunci) untuk seseorang. Namun kini tiba-tiba Kristus hadir di antara mereka. Jangan-jangan yang hadir itu adalah hantu. Itulah keraguan para murid. Namun Kristus tidak membiarkan murid-murid-Nya. Kristus langsung menunjukkan bukti yang tak terbantahkan dari tubuh-Nya, yakni bekas luka di kaki dan tangan-Nya. Dengan demikian para murid bisa yakin bahwa mereka benar-benar berjumpa dengan Kristus yang bangkit, tidak salah melihat orang.

Bekas luka di kaki dan tangan-Nya itu bukanlah sesuatu yang memalukan, sebab luka itu adalah bukti kasih-Nya kepada kita. Sama seperti seorang ibu yang sekujur tubuhnya dipenuhi bekas luka bakar, tetapi ia tidak malu karena luka itu didapatkan sewaktu ia berjuang untuk menyelamatkan anaknya yang waktu itu sedang terlelap di dalam rumah yang tengah dilalap api.

Kristus bukan hanya meminta mereka untuk memperhatikan luka bekas paku di kaki dan tangan-Nya, tetapi juga meminta mereka meraba tubuh-Nya. Pada waktu menampakkan diri kepada Maria, Kristus tidak mengijinkan Maria memegang tubuh-Nya (Yoh. 20:17), namun kini Ia mengijinkan para murid untuk memegang tubuh-Nya. dengan demikian para murid bisa sungguh-sungguh yakin bahwa mereka benar-benar berjumpa dengan Kristus yang bangkit, bukan hantu yang menyerupai Kristus.

Tapi nampaknya para murid berpikir bahwa yang mereka lihat adalah “hantu”nya Kristus. Menepis kemungkinan ini, Kristus makan makanan mereka. Karena itulah maka rasul Petrus dapat berkata, “kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati” (Kis. 10:41). Inilah sebabnya Kristus berusaha untuk memastikan sirnanya keraguan pada diri para murid, sebab mereka akan menjadi saksi (Luk. 24:48), yang memberitakan kebangkitan-Nya.

Refleksi

Seringkali kita melihat kebangkitan Kristus hanya sebatas bukti benarnya iman kita, tanpa mengingat bahwa Kristus yang bangkit adalah Kristus yang mengutus kita untuk memberitakan kebangkitan-Nya. Sudahkah kita menjadi saksi-Nya

Tekad

Doa: Tuhan, tolonglah saya untuk tanggap terhadap kebutuhan sesama akan keselamatan yang telah Engkau anugerahkan kepada saya. Amin.

Tindakan

Saya akan mengirimkan sms tentang Kristus yang hidup dan berkuasa kepada paling sedikit tiga orang setiap hari selama tiga hari ke depan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«