suplemenGKI.com

Yohanes 6:51-58

 

Persekutuan dengan Kristus

 

Banyak perkara yang tak dapat ‘ku mengerti…… demikianlah sepenggal syair dari sebuah lagu yang mungkin akrab di telinga kita. Namun sebenarnya yang tidak kita mengerti bukan hanya berbagai peristiwa di dalam hidup kita, melainkan juga firman Tuhan yang kita baca.

-  Apakah Saudara membaca Alkitab secara rutin? Seberapa banyak bagian Firman Tuhan yang Saudara pahami?
-  Apa maksud Tuhan Yesus ketika Dia berkata, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku”? Dengan cara bagaimana kita dapat makan tubuh Kristus dan minum darah Kristus?

Renungan
Apa yang Tuhan Yesus ajarkan pada bagian ini mungkin agak sulit kita pahami, meski kita dapat melihatnya sebagai bentuk kiasan. Namun tidak demikian halnya dengan mereka yang hidup pada jaman Kristus. Sebab gagasan pengajaran Kristus ini cukup dikenal dalam kehidupan keagamaan pada waktu itu. Misalnya saja ketika seseorang memberikan korban bakaran. Meskipun seluruh tubuh binatang itu dipersembahkan kepada dewa, tapi sebenarnya hanya sebagian saja yang benar-benar dibakar habis sebagai simbol bahwa binatang itu dipersembahkan kepada dewa. Bagian yang tidak ikut dibakar akan dimakan bersama-sama oleh mereka yang hadir dalam ibadah itu. Mereka percaya bahwa dewa sesembahan mereka itu telah “merasuk” ke dalam daging binatang itu, sehingga ketika mereka memakan daging tersebut, mereka juga “makan” tubuh sang dewa itu.

Dengan latar belakang ini kita dapat memahami bahwa ada gagasan tentang persekutuan dalam pernyataan “makan daging-Ku dan minum darah-Ku”. Sama seperti kita tidak akan pernah mendapatkan manfaat dari sebuah makanan atau obat sebelum kita memasukkannya ke dalam tubuh kita, demikianlah kita tidak akan pernah merasakan kuasa Allah sampai kita memiliki persekutuan dengan-Nya. Melalui pernyataan “makan daging-Ku dan minum darah-Ku”, Kristus mengundang kita untuk memiliki persekutuan secara pribadi dengan Dia. Persekutuan ini bersifat pribadi, sama seperti makan dan minum itu bersifat pribadi. Adakah seorang ibu makan dan anaknya yang mendapatkan manfaat dari makanan itu? Atau, adakah seorang anak minum dan rasa haus bapaknya yang hilang? Itulah maksud bahwa makan dan minum itu bersifat pribadi.

Kita dapat memiliki persekutuan secara pribadi dengan Kristus melalui percaya. Hal ini ditegaskan-Nya berulang kali. “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (ay. 35), “setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (ay. 40). Selain itu, kita juga dapat memperkuat persekutuan kita dengan Kristus melalui perjamuan kudus. Pada waktu kita melakukan perjamuan kudus, kita makan roti dan anggur yang melambangkan tubuh dan darah Kristus. Ketika kita makan roti dan minum anggur, kita mengingat bagaimana Kristus telah mengorbankan diri-Nya agar kita dapat diperdamaikan (baca: memiliki persekutuan) dengan Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«