suplemenGKI.com

SETIA DALAM PERKARA KECIL

LUKAS 16:10-13

 

Pengantar
“Apa yang dicari orang? Uang! Apa yang dicari orang? Uang! Apa yang dicari orang, siang malam, pagi, petang? Uang, uang, uang! Bukan TUHAN YESUS! “  Syair lagu sekolah Minggu ini menggambarkan tantangan kesetiaan hidup beriman di tengah perjuangan hidup sehari-hari. Marilah kita renungkan sesungguhnya siapakah yang kita jadikan TUAN dalam kehidupan kita? Uang ataukah TUHAN? Bagi orang beriman, tentu hanya TUHAN yang menjadi Penguasa hidupnya. Namun uang atau harta kekayaan duniawi bisa menguasai orang percaya hingga membuatnya tidak setia pada TUHAN. Bagaimanakah agar orang percaya tetap setia pada TUHAN? Marilah kita menggali pesan Firman TUHAN hari ini.

Pemahaman

  • Ayat 10     :   Apakah yang dimaksud perkara kecil dan perkara besar dalam ayat ini?
  • Ayat 11 : Apakah maksud “setia pada mamon yang tidak jujur” dan “harta yang sesungguhnya”?
  • Ayat 12 -13: Kepada siapakah kita dipanggil untuk setia?

Perikop ini merupakan penjelasan dari perumpamaan dalam perikop sebelumnya yang telah kita renungkan kemarin. Dalam perikop ini disebut tentang mamon, yaitu  kata Aram yang berarti: uang, atau: laba. Jadi mammon adalah uang atau harta kekayaan duniawi. Di satusisi TUHAN YESUS memakai gambaran sikap orang dalam menggunakan uang atau harta kekayaan duniawi untuk menjelaskan pentingnya setia dalam perkara kecil. Dibandingkan dengan kekayaan sorgawi, nilai uang sangatlah kecil namun cara kita menggunakan uang yang sangat kecil ini dapat menunjukkan apakah kita orang yang setia atau tidak (ayat10-12). Bila kita tidak jujur dalam hal-hal kecil, bagaimana mungkin kita bisa dipercaya dalam perkara besar. Jika kita sukar dipercaya dalam menangani harta dunia yang bisa menjadi sumber keangkara-murkaan, bagaimana mungkin kita dipercaya untuk harta surgawi?

Akan tetapi di sisi lain TUHAN YESUS juga memperingatkan murid-murid-Nya, untuk berhati-hati terhadap uang dan harta kekayaan sebab mammon bisa menjadi allah lain yang memikat dan menguasai kehidupan pengikut KRISTUS. Setiap pengikut KRISTUS harus memilih: setia mengabdi kepada mammon ataukah kepada ALLAH (ayat 13). ALLAH harus menjadi TUAN yang berada di tempat pertama dan utama dalam kehidupan kita. Uang atau harta kekayaan tempatnya di bawah ALLAH. Kita adalah hamba ALLAH dan bukannya hamba mamon. Maka harta kekayaan adalah berkat yang dikaruniakan kepada kita dan harus digunakan untuk memuliakan TUHAN bukannya membawa kita lupa TUHAN atau tidak setia kepada-Nya. Di bulan keluarga ini marilah kita melatih seluruh anggota keluarga untuk lebih memilih setia mengabdi kepada TUHAN dari pada kepada uang, gadget atau harta kekayaan lainnya. Kita perlu terus membangun kesetiaan keluarga mengabdi pada TUHAN melalui perkara-perkara kecil setiap hari.

Refleksi
Apakah yang Anda pikirkan pertama kali saat bangun tidur di pagi hari? Apakah Anda memikirkan pekerjaan, uang ataukah TUHAN? Apakah Anda membuka gadget untuk segera melihat pesan-pesan dari relasi bisnis dan kawan-kawan ataukah membuka Alkita buntuk mendengar Firman TUHAN yang menyapa?

Tekadku
Ya TUHAN, tolonglah aku dan keluargaku untuk terus setia menempatkan Engkau di nomor satu  dalam agenda kegiatan dan seluruh pertimbangan hidupku.

Tindakanku
Setiap hari aku akan mengajak keluargaku untuk membuka hari dengan sujud menyembah TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*