suplemenGKI.com

Matius 20 : 1-16. [ lanjutan ]

Kedaulatan sang pemilik kebun anggur.

Pada umumnya seorang pemilik kebun anggur mempunyai buruh-buruh tetap. Namun bila musim panin datang dan ia masih memerlukan tenaga tambahan yang bisa ia dapatkan di pasar-pasar. Para pemiik kebun anggur tahu dengan pasti bahwa jika anggur-anggur tersebut tidak dipetik atau tertunda satu atau dua hari saja maka kandungan gulanya akan menjadi terlalu tinggi dan tentu saja itu akan mempengarui harganya. Dan apabila waktu panin jatuh pada hari jumat maka pemilik kebun anggur akan berusaha merekrut tambahan orang agar bisa memetik buah anggur yang masak itu sebelum hari sabat.

Pertanyaan penuntun.

  1. Mengapa sang pemilik kebun anggur merekrut para pekerja pada jam yang berbeda dan berulang-ulang ? ayat 1-7.
  2. Mengapa sang pemilik kebun anggur memberi upah yang sama kepada para pekerja mulai dari yang jam 6 pagi sampai yang jam 5 sore ? ayat 8-12.
  3. Apakah perlakuan sang pemilik kebun anggur adil ?
  4. Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari perumpamaan ini ?

RENUNGAN.

Ada beberapa hal yang menarik dari perumpamaan ini berkenaan dengan Sang Tuan pemilik kebun anggur.

Pertama : Bahwa Sang pemilik kebun anggur merekrut para pekerja di kebun anggurnya  pada jam yang berbeda-beda dan dilakukan terus menerus. Mengapa hal itu dilakukan secara terus menerus ? ada beberapa kemungkinan, pertama, panennya sangat banyak/lahannya luas. Kedua, ia memberi kesempatan kepada banyak orang [ yang menganggur ] untuk dapat bekerja di ladangnya.

Jika demikian sama halnya dengan pekerjaan di ladangNya Tuhan. Bukankah ladang Tuhan sangat luas dan membutuhkan para pekerja yang bersedia untuk bekerja di ladangNya. Tuhan terus mencari dan mencari para pekerja. Siapa yang bersedia bekerja di ladangnya Tuhan ? mungkinkah saudara orangnya yang sedang dicari Tuhan ?

Yang kedua : bahwa sang pemilik kebun anggur memberi upah yang sama kepada para pekerja. Dalam hal upah pemilik kebun anggur telah mengadakan kesepakatan dengan para pekerja jam 6 pagi, bahwa mereka akan menerima upah 1 dinar dalam 1 hari. Sedangkan dengan para pekerja jam 9 akan diberi upah yang pantas, sedangkan yang lainnya tidak ada kesepakatan. Pada petang hari semua pekerja mulai yang bekerja jam 5 sore sampai yang bekerja jam 6 pagi [ pembalikan dalam memberi upah ] masing-masing menerima upah 1 dinar. Dari sini kita dapat melihat beberapa hal. Pertama : Ia  seorang tuan yang murah hati. Kedua : Ia seorang tuan yang adil Ketiga : Ia seorang tuan berdaulat atas apa yang dimiikinya.

Bersyukurlah kita semua yang telah bekerja diladangnya Tuhan. Kristuslah tuan kita, jika kita telah bekerja dengan setia dan dengan sebaik-baiknya maka pasti pada akhirnya kita akan menerima upah yang pantas/layak dari sang Tuan pemilik ladang yang sesungguhnya yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Ia adalah sang Tuan yang murah hati dan adil yang sangat menghargai setiap karya dan pelayanan kita. Oleh sebab itu jika kita adalah para pekerjaNya/pelayanNya maka, marilah kita bekerja dengan sungguh-sungguh untuk Sang Tuan kita Yesus Kristus.  Amin. 

“Kristuslah Tuan kita dan kita bekerja dalam ladangNya, maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*