suplemenGKI.com

KESAKSIAN HIDUP YANG MENYEJUKKAN
3 Yohanes 1:1-8

 PENGANTAR

Dalam pelayanan, yang kondisinya penuh tantangan dan hambatan, pada titik tertentu siapa pun bisa bertanya-tanya apakah masih ada harapan menjadi lebih baik.  Pernahkah kita mengalaminya?  Dalam situasi seperti itu, apa yang menjadi harapan dan sukacita kita?  Yang terpenting adalah bersama Tuhan bisa menemukan sisi baik yang Tuhan kerjakan.  Itulah yang dituliskan rasul Yohanes dalam bacaan kita hari ini.  Mari belajar besama apa yang menjadi sukacita pelayan Tuhan di tengah kondisi krisis, sebagai cermin bagi kita!

PEMAHAMAN

  • Siapa saja pribadi yang disebut dalam bacaan hari ini?
  • Siapakah Gayus? Bagaimana hidup dan pertumbuhan imannya? (ayat 2-3)
  • Bagaimana kesaksian hidupnya? Apa yang dilakukan, sehingga itu menjadi kesaksian yang baik? (ayat 5-8)
  • Apakah kesaksian hidup kita dapat menyejukkan hati?

Latar belakang dari perikop yang kita baca hari ini adalah adanya ajaran sesat yang telah mengakibatkan perpecahan dalam jemaat, sehingga Yohanes perlu mengirim surat yang ketiga ini.  Di tengah-tengah kondisi itu, ada sukacita besar dialami Yohanes, tentu bukan karena telah terjadi perpecahan dalam jemaat tetapi di tengah kondisi yang memprihatinkan itu, ada anggota-anggota jemaat yang setia pada kebenaran dan hidup dalam kebenaran, salah satu dari mereka bernama Gayus (ayat 1-3).  Menurut catatan, Gayus, yang disebut dalam surat ini adalah seseorang memiliki peran penting di salah satu jemaat asuhan Yohanes.

Dalam ungkapan sukacitanya, Yohanes menyebutkan kata “sukacita” dua kali (ayat 3, 4), karena melihat jemaat hidup dalam kebenaran. Di dalam kondisi penuh tantangan dan kesulitan, tersebarnya ajaran sesat yang disebut dengan ‘antikristus” (I Yoh 2:18-26), sangat mempengaruhi iman jemaat dan hubungan dalam persekutuan; tetapi Tuhan tetap berkarya menjaga jemaat-Nya.  Dalam pertolongan Tuhan, Gayus setia pada kebenaran yang dikenalnya dalam Kristus.  Ayat 3 “Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.” Yohanes sangat bersukacita ketika mendengar kabar yang dibawa oleh beberapa saudara, yang mungkin baru kembali dari kunjungan ke jemaat di mana Gayus melayani, mereka memberikan kesaksian bahwa Gayus “hidup dalam kebenaran” (ayat 3).

Yang menarik, kita menemukan “hidup dalam kebenaran” yang dimiliki Gayus, telah diwujudkan secara kongkret dengan “berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing” (ayat 5)Perhatian dan bantuan yang dilakukan Gayus lintas batas.  Sehingga membuat Yohanes mengakui dan memuji Gayus “Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah” (ayat 6).  Gayus menerima para penginjil dan membantu mereka dalam perjalanannya (ayat 5-6).  Kabar itu sangat menyejukkan hati Yohanes, memberi harapan yang menyegarkan.  Terlihat ketika dia mengungkapkan “Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.” (ayat 4)  Istilah “anak-anakku” mengungkapkan kasih kebapaan Yohanes terhadap anak-anak rohaninya dan hubungan yang dekat diantara mereka. Mendengar bahwa “anak-anakku hidup dalam kebenaran” membawa sukacita besar untuk melanjutkan karya bagi-Nya.

REFLEKSI
Dalam keheningan, mari merenungkan: ada kalanya krisis dapat kita hadapi dan alami dalam pelayanan.  Namun percayalah Tuhan pasti “berkarya baik” dalam situasi apapun.  Salah satu bukti karya-Nya adalah di saat kita menjumpai kesaksian hidup dan iman dari siapapun di sekitar.  Itulah yang Tuhan pakai untuk memberi sukacita dan harapan yang menyejukkan hati.

 TEKADKU
Ya Tuhan, terimakasih untuk iman yang dimiliki orang-orang di sekitar kami; orang yang kami layani, rekan sekerja dan anggota keluarga.  Itulah bukti karya-Mu dan hanya karena Engkau yang tumbuhkan.  Sehingga memberi sukacita dan harapan bagi kami untuk terus berkarya bersama-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau bersyukur untuk pertumbuhan iman orang-orang yang kami layani, rekan kerja dan anggota keluarga; sebagai bukti “karya baik” Allah.  Bersyukur Engkau  menumbuhkan iman dalam kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«