suplemenGKI.com
Yes

Yes

Yohahes 3:14-21

Percayalah KepadaNya!

 

Rangkaian ayat ini merupakan bagian dari kisah Nikodemus, salah seorang pemimpin agama Yahudi dari golongan Farisi, yang sengaja menjumpai Yesus.  Dalam percakapan itu, Yesus menunjuk diriNya sebagai kegenapan kebenaran sebagaimana Musa pernah menyampaikan kepada bangsa Israel ketika masih di padang gurun.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Dengan penggambaran seperti apakah Yesus sebagai Anak Manusia harus ditinggikan?  (ay. 14)
  2. Apakah tujuan Yesus sebagai Anak Manusia harus ditinggikan?  (ay. 5)
  3. Apa yang menjadi ukuran bahwa Allah sangat mengasihi dunia?  (ay. 16)
  4. Adakah hukuman bagi mereka yang tidak percaya kepada Yesus?  (ay. 18-19)
  5. Sebaliknya, bagaimanakah masa depan bagi mereka yang percaya?  (ay. 16, 18)

 

RENUNGAN

Hakekat dari dosa adalah tindakan yang tidak tepat dari sasaran atau melenceng dari kebenaran  yang Tuhan mau ada dalam kehidupan manusia.  Sebab itu dosa selalu memikat, kemudian merusak dan mematikan kebaikan dalam diri pelakunya.  Bukan hanya terhadap pribadi,  tetapi dosa juga ‘menyeret’orang lain masuk dalam belenggu kesalahan yang sama, sehingga dosa seolah menjadi sistim yang kuat dan mengikat kehidupan manusia.  Akibatnya, manusia tidak lagi sanggup melihat terang dan hidupnya selalu berorientasi pada perbuatan-perbuatan jahat (ayat 19-20).

Dengan tepat Alkitab menggambarkan kuatnya dosa seperti pagutan ular tedung yang   menimbulkan kematian di tengah bangsa Israel yang menentang kebenaran Tuhan (Bil. 21:6).  Kematian menjadi bentuk hukuman bagi mereka yang menolak kebenaran Tuhan dengan cara tetap hidup dalam kejahatan mereka (ayat 20).  Namun  ular juga dipakai sebagai lambang akan kehadiran Allah dalam wujud tembaga yang dibuat Musa.  Bagi yang mau memandang ular tembaga, pemulihan hidup atau kesembuhan akan didapatkan (Bil. 21:8, 9).  Kebenaran inilah yang digenapkan dalam diri Yesus.  Sama seperti ular tembaga yang ditinggikan untuk dilihat orang Israel sehingga orang Israel menjadi sembuh;  demikian jugalah dengan Yesus yang ditinggikan melalui jalan salib.  Dia ditinggikan bukan hanya sebagai penanda bahwa Ia mati dan ditolak dunia, tetapi juga sebagai tebusan bagi dosa-dosa manusia.  Kebenaran ini menjadi jalan bagi Allah untuk menunjukkan kebesaran kasihNya kepada dunia (ayat 16), melalui kehadiran Yesus yang kemudian ditinggikan di atas salib.  Maka,  “barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (ayat 18).

Itulah karya besar Allah bagi yang percaya kepada-Nya.  Kristus sudah ditinggikan dengan mati di atas kayu salib.  Itu sebuah kemenangan Allah di dalam Kristus bagi manusia.  Lalu, bagaimana dengan hidup kita?  Apakah karena permasalahan hidup hari ini membawa iman kita pudar?  Biarlah kemenangan Kristus membawa kita kembali bangkit memiliki hati yang percaya.  Mari ijinkan Dia memegang hidup tiap-tiap hari agar dapat menjalani hidup yang berkemenangan atas dosa.  Hidup berkemenangan bukan hanya sekadar paham bahwa Allah telah memberi diri untuk keselamatan umat manusia.  Namun hidup yang mampu merangkai karya bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

 

Kemenangan Kristus di atas kayu salib terlalu berharga bila hanya dimengerti dan dipahami.  Wujudkan dalam hidup!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«