suplemenGKI.com

Minggu, 18 Juli 2010

17/07/2010

Lukas 10:38-42

MEMILIH YANG TERBAIK

Injil Lukas mencatat kisah Maria dan Marta yang memaparkan bagaimana mereka sebagai tuan rumah mempersiapkan segala sesuatunya dalam menerima tamu yang sangat dikagumi dan dihormati, yaitu Yesus.  Keramah-tamahan keduanya ditunjukkan dengan hal yang berbeda.

  • Renungkan sungguh-sungguh apa yang dilakukan Maria! (ay. 39)
  • Renungkan sungguh-sungguh apa yang dilakukan Marta! (ay.40)
  • Renungkan sungguh-sungguh diri kita memiliki kecenderungan melakukan yang mana?

RENUNGAN

Perjalanan pelayanan Yesus yang panjang dan melelahkan, tentu menjadi alasan kuat buat Marta untuk melakukan apa yang dipandang menyenangkanNya.  Marta mau menyambut dan memberikan yang terbaik untuk Yesus.  Ketika Yesus singgah ke rumah mereka, segera saja Marta mengungkapkan perhatiannya kepada Yesus dengan menyibukkan diri melayani Yesus (ay.40). Karena hanya ia seorang yang sibuk sedang Maria tidak, Marta menegur Yesus yang tidak menganjurkan Maria membantu dirinya (ay.40).

Ada beberapa pelajaran yang kita renungkan melalui bagian ini. Pertama, yang terbaik dalam hidup adalah mendengarkan Dia. Salahkah perbuatan Marta? Apa sebab Yesus tidak menegur Maria, sebaliknya malah menegur Marta? Apabila keduanya adalah perbuatan yang ditujukan terhadap Yesus, apa kelebihan perbuatan Maria sehingga mendapat penilaian lebih dari Yesus? Sebenarnya Tuhan Yesus tidak menyalahkan Marta dan menganggap kesibukan melayaninya salah. Pelayanan Marta dapat dianggap baik juga, namun dalam penilaian Yesus tindakan Maria adalah yang terbaik sebab ia menyediakan waktu mendengarkan Dia.

Kedua, yang terbaik dalam pelayanan adalah pribadi Yesus. Tindakan Marta ini dinilai Yesus sebagai tindakan yang menyusahkan diri sendiri.  Marta terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak utama.  Sementara Yesus mestinya menjadi yang utama.  Kesibukan Marta menutup dirinya untuk melihat apa yang terutama, yang seharusnya dilakukan.

Ketiga, hati-hati terhadap dampak dari kesibukan dalam pelayanan.  Ketika Tuhan Yesus datang ke rumah, Alkitab mencatat yang dilakukan Marta adalah “Marta sibuk sekali melayani”.  Di dalam kesibukannya melayani, Marta melihat apa yang dilakukan Maria itu adalah sebuah tindakan yang membiarkan dirinya melakukan segala sesuatunya sendiri.  Tindakan yang tidak mau tahu dan tidak mau membantu. Yang terjadi adalah Marta bersungut-sungut, protes, bahkan melakukan penghakiman terhadap Yesus (ay.40, Yesus dinilai tidak peduli).  Kesibukan Marta membawa dampak pada perkataan dan perilaku yang bernada “menghakimi dan mengeluh”.  Marta merasa ia dibiarkan seorang diri dalam kesibukannya mengurus dan mengatur keperluan Yesus.  Kesibukan Marta akhirnya berakhir dengan kemarahan dirinya terhadap Yesus dan juga terhadap Maria.  Pelayanan Marta menjadi tidak tepat sasaran.

Dalam relasi dengan Tuhan, pilihlah yang terbaik.  Sebab pilihan yang terbaik membawa diri kita menjadi pribadi yang tahu isi hatiNya atas hidup dan pelayanan kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*