suplemenGKI.com

BUKTI KETAATAN

Markus 1:9-15

 

PENGANTAR
Seorang prajurit pantang menolak penugasan di medan laga.  Kesediaannya bertugas bukan merupakan keterpaksaan, melainkan wujud cinta tanah air;  sekaligus menjadi bukti ketaatan seorang prajurit yang berjiwa korsa (semangat kebersamaan).  Bila dikaitkan dengan kehidupan Kristen, apa yang menjadi bukti ketaatan kita? Mari kita membaca dan mempelajarinya! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 11           : Apa yang Allah firmankan tentang diri Yesus?
  • Ayat 12           : Apa bukti ketaatan Kristus kepada kehendak Allah Bapa-Nya?
  • Apa bukti ketaatan kita dalam hidup sehari-hari dan pelayanan?

KKBI mendefinisikan “bukti” sebagai sesuatu yang menyatakan kebenaran suatu peristiwa atau keterangan nyata.  Jadi bukan sekadar bukti fisik tetapi ada kesesuaian yang terbukti benar antara pernyataan dengan fakta sosialnya.  Misalnya, “A” adalah guru dibuktikan melalui kartu identitas atas nama “A” dan fotonya juga demikian;  plus bukti berupa laporan yang berisi jumlah mengajar yang sudah dijalani.  Dengan demikian, “bukti” merupakan fakta sosial yang sungguh-sungguh bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.  Makna “bukti” inilah yang juga berlaku bagi ketaatan Yesus dalam menjalani panggilan-Nya. Jadi apa yang menjadi buktinya?

Pertama, kesediaan Yesus mengikuti rencana Allah Bapa.  Rencana tersebut tercatat mulai dari seruan Nabi Yesaya sampai Injil Markus.  Ada kurun waktu ratusan tahun di antara keduanya, namun penggenapan kehadiran Yesus tetap mengikuti pola rencana Allah Bapa.  Antara seruan Yesaya, “lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagiMu” (ay.2) yang selaras dengan penggenapannya, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (ay.11).  Hal itu menjadi bukti konsistensi ketaatan Yesus mengikuti rencana  keselamatan Allah Bapa.  Kedua, kesediaan Yesus menjalani penggenapan karya keselamatan Allah Bapa.  Injil sinoptik memberikan catatan menarik tentang peristiwa baptisan.  Situasinya tenang dan tanpa banyak  pertanyaan, Yesus maju dan memberi diri dibaptis, sampai kemudian terdengar suara Allah memberikan konfirmasi tentang siapa sesungguhnya Dia.  Setelahnya pun, Yesus memberi diri dalam ketaatan dipimpin Roh Allah (ay.12) menjalani masa puasa, yang diwarnai dengan pencobaan.  Yesus menjalani semua prosesi itu dengan rendah hati dan setia sebagai bukti ketaatan-Nya menggenapi keselamatan bagi umat manusia.

Bagaimana dengan sikap pelayanan kita?  Apa yang menjadi bukti ketaatan kita?  Rutinitas pelayanan seringkali menjebak kita mengerjakan kehendak diri atau lembaga, daripada kehendak Bapa.  Wajar bila kemudian terjadi saling menjatuhkan, mencari pujian bahkan jabatan dalam pelayanan sebagai bentuk kebanggaan diri.  Setiap orang percaya perlu mencari kehendak Tuhan untuk kemudian menjalaninya dalam ketaatan. Bukti ketaatan adalah adanya kesediaan mengerjakan apapun sesuai kehendak-Nya. 

REFLEKSI
Mari kita renungkan:  Tuhan Yesus telah membuktikan ketaatan-Nya kepada kehendak Allah Bapa-Nya.  Bagaiamana dengan kita?  Apa buktinya?

TEKADKU
Tuhan Yesus mampukan aku membuktikan ketaatan dan kesetiaanku dengan cara melakukan pelayanan sesuai kehendak-Mu bukan membanggakan diri atau mencari pujian.

TINDAKANKU
Aku mau mengerjakan semua pelayananku dalam ketaatan dan kesetiaan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«