suplemenGKI.com

MATIUS 1:18-25

ALLAH BESERTA UMATNYA

Pengantar
Setiap tahun perikop ini selalu menjadi materi renungan dan khotbah saat umat merayakan Natal. Perikop ini selalu menarik untuk diulas. Namun apa sebenarnya pesan penting yang hendak disampaikan oleh penulis injil Matius. Sudahkah pesan penting yang hendak disampaikan oleh penulis injil Matius dapat ditangkap dan dicerna oleh umat Allah di masa sekarang.

Pemahaman
Ayat 18-20     Bagaimanakah tanggapan Yusuf ketika mendengar Maria tunangannya telah hamil?

Ayat 21-23     Siapakah DIA yang akan lahir?

Ayat 24-25     Apa yang Yusuf lakukan setelah berjumpa dengan malaikat Tuhan dalam mimpinya?

Siapa yang tidak terkejut mendengar tunangannya yang akan dinikahi ternyata telah hamil? Padahal belum terjadi persetubuhan. Siapapun laki-laki yang mengalami hal ini tentu akan langsung bereaksi. Secara umum reaksinya adalah langsung meinggalkan tunangannya. Namun hal itu tidak dilakukan oleh Yusuf, karena Yusuf tidak mau mencemarkan nama istrinya (ayat 19). Ketika Yusuf berencana untuk meninggalkan Maria, malaikat Tuhan datang menjumpai Yusuf (ayat 20).

Malaikat Tuhan menyampaikan penggenapan nubuatan para nabi tentang kedatangan Immanuel (ayat 23). Anak yang akan lahir itu adalah anak Allah yang akan menyelamatkan umat manusia dari dosa (ayat 21-22). Mendengar penjelasan itu Yusuf membatalkan rencananya dan melakukan apa yang malaikat sampaikan (ayat 24-25).

Kisah kelahiran Yesus hendak menyampaikan dua hal penting, yakni:

1. Pentingnya sebuah kesetiaan dan ketaatan
Apa yang dialami Yusuf dan Maria adalah sesuatu yang tidak biasa. Namun mereka berdua tetap setia dan taat dalam menghadapi segala peristiwa yang tidak biasa itu

2. Allah hadir ditengah umat-Nya sebagai bentuk bela rasa
Kelahiran Yesus menjadi tanda bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Allah adalah Allah yang bisa merasakan apa yang umat-Nya rasakan.

Umat dimasa kini perlu menghayati pesan penting yang hendak disampaikan oleh penulis injil Matius melalui kisah ini. Kesetiaan dan ketaatan  kepada Allah dalam menghadapi problema kehidupan harus dibangun dalam diri umat. Allah selalu setia menyertai umat-Nya. Kehadiran Allah dalam Yesus Kristus adalah bukti nyata kesetiaan Allah. Maka sebagai respon kesetiaan Allah itu sudah sepantasnyalah umat hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Allah.

Refleksi
Sudahkah aku hidup setia dan taat kepada Allah?

Tekadku
Mampukan kami hidup setia dan taat kepada-Mu meski kami diperhadapkan pada berbagai macam pencobaan.

Tindakanku
Tekun dalam doa

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«