suplemenGKI.com

MARKUS 10:35-43

HIDUP UNTUK MELAYANI

 

PENGANTAR
Kata melayani adalah kata yang sering kita dengar dalam kehidupan bergereja. Banyak orang yang berkomitmen untuk melayani namun dalam kenyataannya sering bersungut-sungut dalam melayani. Jadi bagaimana melayani itu seharusnya?
Bacaan kita akan melihat apa yang Yesus inginkan kita lakukan saat melayani. Kita akan merenungkannya bersama.

PEMAHAMAN
Ayat 35-39           Apakah isi permintaan Yohanes dan Yakobus kepada Yesus? Bagaimana jawaban Yesus?
Ayat 41-43           Apakah perintah Yesus kepada para murid?

Bacaan kita diawali dengan permintaan Yohanes dan Yakobus kepada Yesus. Mereka berdua meminta agar dapat duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus kelak di dalam kemuliaan. Mendengar itu, Yesus menyatakan bahwa mereka tidak memahami yang mereka minta dan Yesus menjelaskan bahwa Dia tidak berhak memberikannya. Mendengar apa yang disampaikan Yohanes dan Yakobus, murid-murid yang lain menjadi jengkel. Sikap ini menunjukkan bahwa para murid yang lain punya keinginan yang sama dengan Yakobus dan Yohanes.

Memperhatikan sikap para murid, Yesus pun menegur mereka semua. Yesus mengatakan, “barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya” (ay. 43-44). Yesus menginginkan semua muridnya tidak mementingkan keinginan pribadinya melainkan memperhatikan kepentingan orang lain. Tentunya ini bukanlah yang dipikirkan oleh murid-murid Yesus. Mereka berharap bahwa menjadi murid Yesus pasti memiliki kedudukan yang lebih istimewa dibandingkan dari yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai murid Yesus, mereka sendiri belum sungguh-sungguh memahami apa yang semestinya mereka kerjakan. Oleh karena itulah, Yesus menegur mereka sehingga mereka sungguh memahami tugas mereka sebagai murid Yesus yaitu menjadi hamba bagi semuanya. Menjadi hamba berarti melayani.

Melayani bukan sekadar melakukan sesuatu untuk orang lain tetapi kita mau menempatkan kepentingan sendiri di bawah kepentingan Tuhan dan kepentingan orang lain. Kita mau mengabdi dengan penuh kerelaan dan kerendahan hati. Kepentingan Tuhan dan orang lain menjadi perhatian utama dan bukan kepentingan sendiri.

Yesus telah melakukan pelayanan itu dengan mengorbankan hidup-Nya bagi kita. Yesus rela disalibkan demi kita. Sebagai murid Kristus kita juga terpanggil untuk hidup melayani dengan kesungguhan hati sehingga apa yang Yesus ajarkan sungguh terwujud dalam kehidupan kita masing-masing.

Di masa pandemi sekarang ini, banyak orang yang membutuhkan pelayanan dan inilah waktu bagi kita untuk lebih giat melayani sebagai bentuk pengabdian kita kepada Yesus yang telah lebih dulu melayani kita.

REFLEKSI
Melayani adalah panggilan bagi setiap murid Yesus. Kita pun terpanggil untuk melayani dengan sungguh-sungguh. Bukan sekadar berbangga sebagai murid Kristus tapi melakukan pelayanan seperti yang telah Yesus lakukan dan ajarkan kepada kita.

TEKADKU
Ya Allah, tolonglah kami untuk dapat melayani dengan sungguh-sungguh dan dengan rendah hati baik dalam kehidupan bergereja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah kami hamba-Mu yang mau berkorban untuk kepentingan Tuhan dan orang lain.

TINDAKANKU
Aku mau lebih bersungguh-sungguh dalam melayani baik dalam gereja, pekerjaan dan juga di keluarga. Aku berharap tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga kepentingan orang lain di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«