suplemenGKI.com

Lukas 18:1-8

KETEKUNAN BERDOA

Berdoa merupakan tindakan penting yang harus dilakukan setiap orang percaya, sebagai wujud imannya kepada Tuhan Yesus.  Ada pernyataan yang berbunyi “Doa merupakan nafas hidup orang percaya.”  Hidup orang percaya menjadi hidup yang berarti dan hidup yang berkenan ketika menyediakan waktu untuk berdoa.  Perikop yang kita baca hari ini merupakan perumpamaan yang dipaparkan Tuhan Yesus yang mengajarkan tentang ketekunan doa yang harus dimiliki setiap orang percaya.

  • Apakah janda yang datang kepada hakim hanya datang satu kali lalu putus asa karena hakim itu tidak menolongnya?  (ay. 3, 5)  Renungkan apabila kedatangan janda itu dikaitkan dengan bagaimana seharusnya berdoa kepada Tuhan!
  • Bagaimana sikap seorang hakim ketika seorang janda yang selalu dan berkali-kali datang datang untuk meminta pertolongan kepadanya? (ay. 4-5)
  • Bagaimana dengan kehidupan doa kita?  Apakah saat ini kehidupan doa kita masih berkobar-kobar atau telah pudar?  Apa sebabnya?  Renungkan!

RENUNGAN

Pada dasarnya kehidupan doa bagi orang percaya mencerminkan sikap dan keyakinan kita kepada Tuhan.Dalam perumpamaan ada seorang janda yang datang terus menerus dan berkali-kali kepada seorang hakim, dengan maksud agar si  hakim mau membela haknya sebagi janda.  Pada awalnya si hakim itu menolak untuk menolong janda itu, tetapi kemudian si hakim  bersedia memenuhi permohonan si janda.  Apa yang menyebabkan janda itu akhirnya mendapatkan apa yang dituntutnya dari hakim yang tidak peduli kepadanya? Pasti bukan karena hakim itu adil atau berbelas kasih. Bukan pula karena hakim itu takut reputasinya jelek karena menolak janda tersebut. Janda itu mendapatkan pembelaan hakim itu karena hakim itu merasa terganggu dengan sikap merongrong janda tersebut (ay. 4-5).

Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus untuk mengajar agar murid-muridNya (kita adalah juga murid-muridNya) memiliki ketekunan di dalam berdoa seperti yang dimiliki janda tersebut. Tentunya ketekunan berdoa itu dialaskan pada hal-hal yang mulia, bukan berdasarkan kepentingan dan kemauan kita tetapi berdasarkan kebutuhan kita yang kita serahkan pada kehendakNya.  Allah bukan hakim yang masa bodoh. Allah adalah Bapa yang peduli, yang memiliki hati yang mengasihi anak-anakNya.  DIA adalah Allah yang akan bersegera menolong kita, seturut dengan kehendakNya (ay. 8a). Ungkapan ‘segera’ menolong merupakan ungkapan kepastian pertolongan Tuhan bagi anak-anak-Nya.

Ketika kita berdoa kepada Tuhan dan Dia seolah-olah tidak menjawab dan tidak bertindak apa-apa, maka hati kita tergoda untuk memutuskan, tidak perlu meminta kepada Tuhan  karena menurut kita Dia tidak memperhatikan kita.  Keputusan dan tindakan kita tidak lagi berdasarkan kehendakNya.  Namun melalui firman Tuhan hari ini, perintah Tuhan Yesus sangat jelas yaitu bahwa orang percaya harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Berhenti berdoa berarti kita meragukan kebaikan dan pemeliharaan Allah.  Tuhan Yesus memberikan pertanyaan buat kita: Apakah kita beriman untuk menantikan pertolongan Tuhan datang (ay. 8b)?

Doa yang tidak putus-putusnya adalah perwujudan iman sejati  kepada Allah yang pasti menolong.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«