suplemenGKI.com

Minggu, 17 Mei 2020

16/05/2020

APAKAH ENGKAU MENGASIHI TUHAN ?

Yohanes 14 : 15 – 21

PENGANTAR
Jika pertanyaan, “Apakah engkau mengasihi Tuhan ?” ini ditanyakan kepada anda, kira-kira apa jawaban anda ? mungkin sebagian besar akan menjawab, “ya”. Dan sebagian kecil, mungkin akan menjawab, “belum tahu”, karena ragu-ragu untuk menjawab. Jika ditanyakan kembali kepada yang menjawab dengan pertanyaan baru, demikian “apa buktinya jika anda mengasihi Tuhan ?”. Mungkin anda akan menjawab, “wah, saya setiap minggu pergi ke gereja dan rajin ikut persekutuan sektor”, yang lain menjawab, “saya sudah terlibat dalam pelayanan”, yang lain lagi menjawab, “saya sudah menyandang dana gereja dengan setia”, “saya aktifis”, “saya pendoa safaat”, “saya orang penting” dan lain sebagainya. Benarkah ini adalah bukti dan ukuran bagi seseorang bahwa ia mengasihi Tuhan. Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut diatas, marilah kita belajar bersama melalui renungan kita hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Mengapa Tuhan Yesus membuka perikop ini dengan sebuah pernyataan, “Jikalau kamu mengasihi Aku ?”. ( ayat  15a) apa pengertian dari pernyataan tersebut ?
  2. Apakah bukti bahwa seseorang mengasihi Tuhan ( ayat 15 -20 )
  3. Mengapa Tuhan Yesus mengkaitkan bahwa mengasihi Yesus itu sama dengan memegang perintah-Nya ? ( 21 )

Kata “Jikalau” menunjukkan bahwa kamu (murid-murid) belum mengasihi Yesus ( “Aku” ). Mengapa hal ini ingin di tegaskan kepada para murid ? karena para murid yang akan meneruskan estafet pelayanan dari Yesus Kristus. Dan saat itu mereka juga sedang belajar melayani langsung dari sang Guru Agung mereka. Untuk menjadi seorang pelayan yang baik maka mereka harus terlebih dahulu mengasihi Yesus dengan sungguh-sungguh. Tepat seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam injil Markus 12 : 30 dikatakan, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”.

Agar para murid dapat membuktikan bahwa mereka mengasihi Yesus, maka mereka harus memiliki kriteria sebagai berikut, Pertama : Menuruti segala perintah Tuhan Yesus (15b). Ini merupakan kewajiban mereka untuk mentaati perintah Kristus walaupun sebentar lagi Kristus tidak lagi bersama-sama mereka, bahwa mereka harus tetap mengasihi Yesus.  Ketaatan melakukan perintah Tuhan Yesus itu sangat penting, karena  ketaatan adalah buah yang harus ada dari kasih. Kedua : Menuruti pimpinan Roh Kudus ( ayat 16-20 ). Dengan jelas dikatakan, Tuhan Yesus akan meminta kepada Bapa, untuk memberikan Roh Kudus. Secara sederhana bahwa pemberian Roh Kudus  adalah untuk memungkinkan murid-murid (kita) untuk mengasihi dan mentaati Kristus. Kasih dan ketaatan yang sungguh-sungguh bukanlah hal yang mudah. Dan Tuhan Yesus tidak akan membiarkan kita bergumul sendirian, sehingga Tuhan Yesus memberikan  Roh Kudus untuk membimbing kita, untuk mengasihi dan mentaati segala perintah-Nya.

Jika hal itu diterapkan dalam kehidupan kita, maka kita harus menempatkan Tuhan pada skala prioritas utama dalam hidup kita. Kita menjadikan Tuhan sebagai subyek kasih satu-satunya, tidak ada yang boleh kita kasihi lebih dari Tuhan. Sebab Dia adalah yang paling utama dan yang nomor satu. Bagaimana dengan anda ?

REFLEKSI
Marilah kita renungkan, : Apakah anda mengasihi Tuhan Yesus ?

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya agar dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan.

TINDAKANKU
Saya harus menyadari bahwa semua ibadah, pelayanan dan apapun harus didasarkan kepada kasih yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Maka saya akan mendasari ibadah dan pelayanan saya dengan kasih yang sungguh-sungguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»