suplemenGKI.com

TETAP TEGUH SAAT TANTANGAN MENGHADANG

Lukas 13:31-35

 

Pengantar
Selama masa pelayanan-Nya di dunia, Yesus bukan hanya menghadapi orang-orang yang suka terhadap pengajaran-Nya. Ia juga harus menghadapi orang-orang yang sangat tidak sukan dan menolak kehadiran-Nya, yakni orang Farisi dan Saduki, serta para ahli Taurat. Bahkan dalam berbagai kesempatan pun, mereka berusaha untuk menangkap Yesus. Bagian yang kita renungkan hari ini merupakan perjumpaan Yesus dengan orang Farisi ketika Yesus sedang mengajar banyak orang. Bagaimanakah dialog antar orang Farisi dan Yesus? Mari kita perhatikan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 31          : Apa yang dikatakan oleh orang Farisi kepada Yesus? Mengapa mereka mengatakannya?
  • Ayat 32-33    : Bagaimanakah respon Yesus pada orang Farisi itu  ?
  • Ayat 34-35    : Apakah yang Yesus ratapi tentang kondisi Yerusalem?

Ketika Yesus sedang bercakap-cakap mengajar orang di Yerusalem (lihat Lukas 13:22-30), maka datanglah beberapa orang Farisi yang seolah-olah peduli dan bersahabat, berkata kepada Yesus dan memintanya untuk meninggalkan Yerusalem sebab Herodes akan membunuh-Nya (ayat 31). Tampaknya orang-orang Farisi ini hendak bermaksud mengancam Yesus dengan menakut-nakuti bahwa Herodes akan membunuhnya sebagaimana yang dilakukannya terhadap Yohanes. Orang-orang Farisi ini sesungguhnya mereka telah berbohong kepada Yesus, padahal Herodes tidak memerintahkan apa-apa kepada mereka. Namun Yesus sama sekali tidak gentar dengan apa yang dikatakan oleh orang Farisi tersebut. Ia sama sekali tidak takut dengan serangan dari mereka dan berkata: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai” (ayat 32). Yesus tetap teguh dan tidak mengiyakan apa yang diminta oleh orang Farisi. Ia tetap melakukan pekerjaan-Nya. Baik Herodes maupun orang Farisi ataupun orang lain tidak dapat membunuh-Nya sebelum Yesus menyelesaikan pekerjaan-Nya. Justru Ia begitu menyayangkan kondisi Yerusalem yang hancur karena dosanya: setiap nabi yang diutus untuk menyampaikan kabar baik yang memulihkan justru ditolak (ayat 34). Padahal Yesus sendiri menunjuk pada diri-Nya yang rela dan rindu mengumpulkan mereka, tetapi mereka menolaknya. Sehingga Yesus mengatakan bahwa “rumahmu ini menjadi sunyi”, yang mengacu pada Bait Allah yang tidak lagi dirindukan oleh orang-orang yang telah menolak utusan Tuhan (ayat 35).

Refleksi
Renungkanlah: Adakah tantangan yang saat ini saudara hadapi dalam pelayanan maupun pekerjaan? Apakah tantangan itu telah membuat saudara menyerah? Apapun tantangan yang saat ini tengah menghadang,  janganlah takut dan menyerah, sebab Tuhan selalu menyertai dan memberikan hikmat bagi kita.

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk tetap menyelesaikan apa yang telah Engkau percayakan kepadaku untuk aku kerjakan. Berikanku hati yang tulus dan taat untuk menyelesaikannya sampai akhir.

Tindakanku
Dengan pertolongan dari Tuhan sajalah, aku akan giat dan tetap teguh di dalam melakukan karya pelayanan yang telah Tuhan percayakan kepadaku : ….. (sebutkan bidang pelayanan yang Tuhan percayakan kepada saudara)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«