suplemenGKI.com

Minggu, 17 Juli 2016

16/07/2016

Mazmur 52:3-11

PAHLAWAN KEJAHATAN

PENGANTAR
Kita semua ingin sukses. Bahkan, kalau bisa, kita ingin sukses di semua bidang: pekerjaan, keluarga, dan pelayanan. Tidak mengherankan apabila sukses menjadi impian semua orang. Karena itu, orang juga mengejar berbagai hal yang dianggap dapat diandalkan untuk mencapai keberhasilan: kekuasaan, kekuatan, kepandaian, kekayaan, dan sebagainya.  Bahkan, di tengah dunia yang penuh persaingan, tidak sedikit orang yang menggunakan cara-cara yang licik dan jahat untuk menjadi pemenang.

PEMAHAMAN

Ay. 3-6        Siapakah orang yang disebut pahlawan di ayat ini? Mengapa ia disebut pahlawan? Dengan cara apakah ia memperoleh kemenangan?

Ay. 7-9        Apa yang dilakukan Allah terhadap orang tersebut? Apa tujuan Allah melakukan hal itu?

Ay. 10-11   Bagaimana pemazmur menjalani kehidupannya setiap hari? Bandingkanlah dengan cara hidup yang dipilih oleh si pahlawan yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya.

Orang ini disebut pahlawan karena ia berhasil menang di dalam banyak hal. Mungkin dia berhasil dalam pertarungan di dunia bisnis, atau politik, atau bidang-bidang yang lainnya. Namun, pemazmur juga menggunakan sebutan pahlawan sebagai sebuah sindiran. Mengapa? Keberhasilan si pahlawan ini ternyata diperoleh dengan cara yang jahat, penuh tipu muslihat, dan tidak peduli bahwa cara yang digunakannya itu menghancurkan orang lain.

Bagaimana sikap pemazmur melihat kejahatan si pahlawan ini? Pemazmur percaya bahwa Allah tidak tinggal diam. Pada waktunya, Allah akan menghukum pahlawan yang jahat itu. Hukuman itu perlu diberikan sebagai pelajaran bagi orang-orang benar agar mereka tetap takut akan Tuhan (ay. 8). Namun, itu juga menjadi peringatan bagi orang-orang jahat, yang mengandalkan kejahatannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya (ay. 9).

Berbeda jauh dari si pahlawan yang jahat ini, pemazmur memilih untuk hidup dekat dengan Tuhan. Ia cukup bersukacita jika dapat terus bersama-sama dengan Tuhan, seperti pohon zaitun yang tumbuh di rumah-Nya. Tujuan hidupnya jelas: memasyhurkan nama Tuhan yang menjadi andalan hidupnya.

REFLEKSI
Apakah selama ini Anda meraih kemenangan atau kesuksesan dengan cara yang benar? Siapa sajakah orang-orang yang telah Anda korbankan demi keberhasilan Anda?

TEKADKU
Tuhan, ampunilah aku jika selama ini aku telah memakai cara-cara yang jahat untuk mencapai tujuanku. Tolonglah aku agar berani menempuh cara-cara yang benar sehingga keberhasilanku juga memasyhurkan nama-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan meminta maaf kepada orang-orang yang telah aku korbankan demi keberhasilanku di karir (atau usaha). Jika aku mampu, aku akan mengganti atau memberikan kompensasi atas kerugian yang mereka alami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«