suplemenGKI.com

“Doa: Cerminan Keintiman dengan Tuhan”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Ayat 3a, 5, 8-10: Allah seperti apa yang dikenal oleh pemazmur di ayat-ayat ini?
  2. Ayat 1b-2: Bagaimana pemazmur melihat dirinya sendiri?
  3. Ayat 2, 4: Apa yang menjadi permohonan pemazmur?
    1. Ayat 1, 3b, 6-7: Dengan dasar pengenalannya kepada Allah, diri sendiri dan kebutuhannya, tindakan apa yang kemudian dilakukan oleh pemazmur?
    2. Kehidupan doa seperti apa yang Anda miliki sekarang? Apakah ada hal baru yang ingin Anda lakukan setelah Anda merenungkan kehidupan doa pemazmur?

Renungan
Pemazmur mengenal Allahnya sebagai Allah yang penuh belas kasihan, Allah yang baik dan suka mengampuni, Allah yang berlimpah kasih setia, Allah yang besar dan melakukan keajaiban-keajaiban. Pemazmur meyakini bahwa Allahnya tidak dapat disejajarkan dengan siapa pun yang diakui sebagai allah oleh yang lainnya. Allahnya adalah satu-satunya Allah yang harus disembah dan dimuliakan oleh segala bangsa.
Pengenalan kepada Allah yang demikian membuat pemazmur sanggup melihat siapa dirinya sebenarnya. Dihadapkan pada Allah seperti itu, pemazmur menyebut dirinya ‘sengsara dan miskin aku’; ‘hambaMu’. Ini semua adalah sebutan dari seseorang yang mengakui bahwa dirinya bukan siapa-siapa yang layak diperhitungkan oleh Allah, namun karena Allah mengasihinya dan karena ia percaya pada kasih Allah, ia menjadi berani dan dilayakkan untuk menaikkan permohonan kepada Allah.
Melihat kepada Allah dan melihat kepada dirinya sendiri membuat pemazmur sadar bahwa ia tidak akan sanggup menjaga hidupnya sendiri, menyelamatkan dirinya sendiri dan mendatangkan sukacita bagi dirinya sendiri. Ia sadar ia bergantung kepada Allah untuk semuanya itu.
Karena itulah pemazmur mengambil langkah untuk berseru kepada Allah, memohon belas kasihan Allah (ay.1) sepanjang hari (ay.3). Bukan sesekali, tapi sepanjang hari, setiap detik dalam hidupnya pemazmur membutuhkan Allah.
Doa yang dinaikkan pemazmur bukan sembarang doa dengan asal menaikkan permohonan, melainkan sebuah dialog yang lahir dari hubungan yang hidup dengan Tuhan yang hidup. Bagaimana dengan doa-doa Anda? Apakah doa Anda mulai terasa kering dan hambar, hanya penyampaian daftar permohonan? Hubungan Anda dengan Allah seperti apa yang dapat Anda rasakan sendiri dalam doa-doa Anda?

Isi percakapan Anda dengan Tuhan dalam doa mencerminkan hubungan seperti apa yang Anda miliki dengan Tuhan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*