suplemenGKI.com

Upaya Membangun Kesatuan

Masih dalam konteks nasihat Paulus kepada jemaat Korintus agar dapat menyikapi kemajemukan mereka dengan memperjuangkan kesatuan, kali ini Paulus masuk dalam hal-hal yang lebih praktis bagaimana jemaat dapat bersatu. Khususnya dalam penggunaan karunia-karunia yang ada pada mereka.

  1. Sehubungan dengan bermacam-macam karunia yang dikaruniakan Allah kepada jemaat, prinsip apa yang harus mereka pegang tentang asal muasal karunia tersebut agar mereka bisa tetap bersatu? (ayat 4-6)
  2. Ayat 7: Tentang penggunaan karunia-karunia, agar tidak terjadi perpecahan, kesamaan tujuan untuk apa yang juga harus dikejar oleh jemaat saat menggunakan karunianya?
  3. Sudahkah Anda memegang prinsip dan tujuan tersebut saat Anda menggunakan karunia Anda dalam persekutuan jemaat?
  4. Bagaimana Anda mengenali/peka dengan tanda-tanda penyalahgunaan/penyimpangan tujuan dari karunia seseorang?
  5. Usaha apa yang sudah Anda lakukan untuk menjaga diri Anda sendiri dan juga orang lain agar tidak salah dalam penggunaan karunia-karunianya dan tidak menimbulkan perpecahan?

Renungan

Di ayat 4-6 Paulus menegaskan bahwa sumber karunia itu ialah Allah; ruang lingkup untuk menjalankan karunia itu berasal dari Allah. Termasuk kekuatan untuk menggunakan karunia itu berasal dari Allah. Jadi tidak seorang pun yang berhak memegahkan diri dan meremehkan yang lain atas karunia-karunia yang dimilikinya. Karena itu semua berasal dari Allah. Menyadari bahwa karunia berasal dari Allah, maka tidak perlu terjadi persaingan karenanya. Namanya juga adalah karunia, hanya bergantung pada kemurahan Allah untuk memberikan kepada tiap-tiap orang percaya sesuai dengan kebutuhan/panggilan Allah atas diri orang tersebut dalam persekutuan jemaat/gereja.

Di ayat 7 juga dijelaskan bahwa karunia itu diberikan bukan untuk kepentingan pribadi demi pribadi. Tetapi untuk pekerjaan Allah. Allah memberikan kita karunia agar kita bisa menjadi mitra kerja Allah dalam melalukan pekerjaan Allah di dunia ini. Jemaat Korintus memerlukan peringatan ini karena mereka memakai karunia-karunia Roh untuk kepentingan sendiri, memajukan diri sendiri dan bukan untuk memajukan jemaat.

Sudah seharusnya karunia-karunia itu kita terima dengan rendah hati dan penuh rasa syukur yang terungkap melalui kesungguhan berkarya bagi Tuhan melalui semua yang dipercayakan kepada kita. Jika sikap itu yang kita kembangkan, kita akan memakainya dengan mengembangkan kerukunan dan manfaat untuk seluruh jemaat. Tidak ada yang iri, tidak ada dengki, tidak ada yang kecewa, melainkan semua jemaat bersatu dan bersemangat menggunakan karunianya untuk pekerjaan Tuhan.

Nasihat Paulus ini sekaligus juga membuka mata gereja bahwa perpecahan terus menjadi ancaman yang tidak boleh disepelekan oleh gereja. Karena itu adalah tugas gereja untuk terus membekali, membina, dan mengarahkan jemaatnya agar tetap dapat bersemangat menggunakan karunianya, tetapi tetap menghargai yang lain dan satu misi yaitu mengerjakan pekerjaan Tuhan.

Ada rupa-rupa karunia, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*