suplemenGKI.com

BUKAN AKU TAPI DIA

Yohanes 1:19-28

 

Pengantar
Sukacita Natal tampak dalam kemeriahan dekorasi dan perayaan Natal. Bahkan begitu Desember tiba, orang sudah mencari dan memasang pohon terang dan aneka lampu hiasan Natal. Sukacita menyambut kehadiran Kristus, Sang terang dunia ada di mana-mana. Pelbagai ornament dan lampu hiasan Natal yang sebenarnya hanya menjadi tanda pengingat hadirnya Sang terang dunia justru lebih dicari dan diberi tempat dibandingkan Kristus, Sang terang dunia itu sendiri. Dalam hal ini banyak orang telah gagal fokus. Apakah Saudara juga mengalami gagal fokus saat menyambut Natal? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

? Ayat  19:Mengapa orang-orang Yahudi mengutus beberapa imam dan  orang-orang Lewi untuk menanyakan identitas Yohanes?

? Ayat 21-22, 24-25: Para imam dan orang-orang Lewi serta orang-orang Farisi menduga siapakah Yohanes?

? Ayat 20, 23 :Mengapa Yohanes menjelaskan identitasnya dengan mendeskripsikan karyanya?

? Ayat 26-28: Mengapa Yohanes menceritakan dengan jujur tentang siapa dirinya  padahal kalau pun dia mengakui diri sebagai Elia atau nabi yang akan datang atau Mesias, kemungkinan orang juga akan percaya?

Orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi datang kepada Yohanes menanyakan perihal identitasnya. Orang Yahudi dalam Injil Yohanes sering disebut sebagai pemimpin  Yahudi yang menentang Yesus dan murid-murid-Nya. Pertanyaan “Siapakah engkau?” juga diajukan kepada Yesus. Pertanyaan itu bukan ingin bertanya soal nama atau alamat tetapi lebih kepada soal tugas perutusan, pelayanan, peran dan kesaksiannya.

Ketika ditanya soal tugas perutusan dan kesaksiannya, Yohanes mengaku dengan jujur dan tidak berdusta. Dengan tegas Yohanes menjawab bahwa ia bukanlah Mesias. Mesias adalah raja keturunan Daud  yang sedang dinanti-nantikan orang Yahudi. Ia juga bukan Elia. Maksudnya, apakah pekerjaan Yohanes sama dengan pekerjaan Elia? Yohanes menjelaskan identitasnya dalam kaitan dengan Yesus. Ia adalah nabi yang berseru-seru di padang gurun untuk menyiapkan jalan bagi TUHAN. TUHAN yang dipersiapkan jalannya oleh Yohanes adalah TUHAN yang lebih tinggi dari dia. Yohanes hanyalah “suara” yang mengajak supaya orang-orang bertobat dan datang kepada Dia yang jalannya telah dipersiapkan; hanya sebagai saksi dan pemberita tentang hadirnya Sang Mesias. Bahkan  ia merasa tidak layak atau tidak cukup penting. Ia hanya melakukan tugas yang dianggap “hina” terhadap Dia yang datang kemudian darinya. Yohanes menunjukkan dirinya sebagai utusan yang tidak akan mengambil kesempatan untuk meninggikan dirinya. Ia tetap setia pada tugasnya sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang Mesias yang dilayaninya.

Refleksi:
Dalam keheningan, ingatlah apakah yang Saudara rasakan ketika mendapat pujian usai melakukan karya pelayanan? Apakah yang Saudara rasakan bila dalam karya hidup di dunia ini, orang “ngefans”  atau begitu terpesona kepada Saudara? Waspadalah jangan sampai dalam karya perutusan kita sebagai saksi Kristus justru membuat orang tidak berjumpa Kristus karena orang lebih mencari dan memuji kita daripada mencari dan memuji TUHAN.

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu membawa orang berjumpa Engkau, memuji dan memuliakan Engkau. Jangan biarkan aku mencuri kemuliaan-Mu.

Tindakanku
Dalam menyambut Natal aku akan selalu mengajak orang-orang di sekitarku untuk menyembah Kristus, bukan hanya memasang dekorasi Natal dan mencari kado Natal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«