suplemenGKI.com

Matius 15:21-28

IMAN YANG MEMERDEKAKAN

 

Pengantar
Tirus dan Sidon adalah kota-kota di Fenesia, letaknya di antara Galilea dan pesisir pantai dan merupakan bagian dari Siria.  Ini adalah area di luar wilayah Yahudi.  Bangsa Yahudi menyebutnya area “bangsa kafir”. Tuhan Yesus datang ke kota Tirus dan Sidon untuk sejenak beristirahat (terhindar) dari orang-orang Yahudi seperti ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang selalu mencari kesalahan-Nya, juga orang Nazaret yang tidak menyukai-Nya.  Namun di tempat yang dianggap najis oleh bangsa Yahudi, Tuhan Yesus berkarya.

 

Pemahaman
Ayat 28: Apa yang perempuan itu dapatkan di saat punya iman?

Bagaimana refleksi iman kita di saat sulit?

 

Tuhan Yesus berusaha menyingkir hingga ke wilayah non Yahudi.  Dia berharap akan diperoleh sedikit ketenangan dari kerumunan orang banyak.  Ternyata, di kota Tirus dan Sidon itupun ada orang yang memerlukan pertolongan-Nya yaitu seorang perempuan Kanaan yang anaknya kerasukan setan.  Mula-mula Yesus tidak meresponi perempuan ini, tetapi ia terus berteriak “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud.…”.  Perempuan Kanaan itu mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.  Inilah awal imannya.  Tuhan Yesus kemudian meresponi perempuan itu untuk menguji imannya.

 

Dialog Yesus dengan perempuan Kanaan ini mencakup hal-hal yang mendasar yang bisa menjadi penghalang imannya, yaitu mengenai keberadaannya sebagai orang non Yahudi.  Apalagi Yesus menyebut perempuan Kanaan itu dengan sangat ekstrim (ay.26) yaitu antara anak (bangsa Israel) dan ‘anjing ‘ (non Israel).  Meski demikian perempuan Kanaan ini tidak sakit hati dengan kiasan yang disampaikan Yesus.  Perempuan itu masih melihat celah, bahwa ‘anjingpun’ masih dapat memperoleh remah dari sisa-sisa anak (ay.27).  Suatu gambaran iman yang penuh semangat dan pantang menyerah.  Suatu bentuk kerendahan hati untuk beroleh belas kasihan Tuhan.  Iman perempuan ini telah teruji.  Imannya yang teguh akhirnya mendatangkan berkat.  Anaknya bebas (merdeka) dari belenggu setan.

 

Refleksi
Apakah kita sudah memiliki iman sebesar perempuan ini, yang walaupun seakan tidak direspon Yesus tetapi tetap saja berteriak dengan kerendahan hati meminta belas kasihan-Nya.

 

Tekadku
Tuhan, pimpinlah aku dengan Roh-Mu agar memiliki iman yang kuat.

 

Tindakanku
Aku percaya bahwa Dia menolongku hari ini agar aku bisa menghadapi dan menyelesaikan persoalanku …….. sebab Dia melihat imanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«