suplemenGKI.com

Markus 8:31-38.

 

“Siap Memikul Salib Dan Menyangkal Diri”

Pengantar:
Ada pernyataan yang berbunyi “Segala keputusan yang kita ambil pasti ada resikonya” Itu berarti tidak ada keputusan yang tidak beresiko. Suatu hari seorang ibu berkata kepada sahabatnya bahwa dalam beberapa hal dia tidak cocok dengan suaminya. Namun dia sadar bahwa sebagai orang percaya tidak mungkin hanya karena ketidakcocokan dalam beberapa hal maka harus bercerai, itu tidak mungkin. Sebenarnya itulah resiko yang harus dihadapi. Mengikut Yesus adalah keputusan yang pasti akan berhadapan dengan berbagai resiko.

Pemahaman:

  1. Apa tujuan Yesus memberitahukan tentang penderitaan-Nya kepada murid-2Nya? (v. 31)
  2. Mengapa Petrus sangat keberatan ketika Yesus memberitahu penderitaan-Nya? (v. 32)
  3. Bagaimana reaksi Yesus terhadap Petrus dan apa makna penjelasan Yesus (v. 33-38)

Tuhan Yesus datang ke dunia adalah untuk menempuh jalan penderitaan bahkan sampai mati di atas kayu salib supaya umat manusia yang percaya kepada-Nya selamat dari maut. Itu adalah keputusan Yesus secara mutlak, tidak ada intervensi dari siapapun, tetapi hanya karena kasih-Nya kepada manusia yang terancam mati kekal karena dosa. Pemberitahuan Yesus tentang penderitaan-Nya adalah sebagai persiapan bagi para murid dan semua pengikut-Nya bahwa untuk percaya dan menjadi pengikut Yesus pasti akan berhadapan dengan penderitaan. Reaksi Petrus terhadap pemberitahuan Yesus sesungguhnya karena Petrus masih berpikir tentang kesenangan, kejayaan dan kekuasaan duniawi. Petrus berharap Yesus menjadi sosok pembebas secara jasmani dari kerajaan duniawi. Petrus juga belum siap menerima kenyataan bahwa menjadi pengikut Yesus adalah harus siap berkorban. Ketidaksiapan Petrus  itu bisa berakibat sangat fatal, yaitu gagalnya misi penyelamatan Yesus yang memang harus melalui jalan penderitaan. Itu sebabnya Tuhan Yesus sangat marah kepada Petrus dan menghardiknya dengan keras, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” Tuhan Yesus berkata: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mrk. 8:34). Memikul salib dimulai dengan menyangkal diri, artinya kita mati bagi keakuan kita dan mulai hidup bagi Kristus. Sebagai pengikut Yesus kita harus siap menyatakan diri sebagai pengikut Yesus tanpa malu sekalipun situasinya sulit (Mrk. 8:36-38). Kendatipun demikian mengikut Yesus adalah perjalanan menuju kepada kebahagiaan yang sejati, jalan salib adalah jalan kepada hidup yang kekal dan mulia.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Pernahkah saudara merasa malu menjadi pengikut Yesus? Jika pernah berarti saudara belum siap menyangkal diri dan memikul salib.

Tekad:
Ya Tuhan, ampunilah saya jika selama ini saya ternyata masih memikirkan kesenangan diri sendiri dari pada kehendak-Mu yang telah menyelamatkan saya.

Tindakan:
Siap mengaku, menyaksikan dan menyatakan diri sebagai pengikut Yesus, sekalipun harus berhadapan dengan keadaan dan situasi yang sulit.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*