suplemenGKI.com

Bacaan : Markus 8: 31-9:1

PEMBELAAN PETRUS

Pertanyaan Penuntun :

  1. Apa yang Tuhan Yesus jelaskan kepada para murid di bagian ini?
  2. Mengapa Tuhan Yesus merasa perlu menyampaikan hal itu?
  3. Mengapa Petrus merespon penjelasan Tuhan Yesus dengan sikap yang seperti itu?

 

RENUNGAN

Tidak berapa lama setelah pengakuan Petrus yang luar biasa itu, Tuhan Yesus mengatakan kepada Petrus agar dia tidak memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Mengapa demikian? Sebab, Tuhan Yesus harus mendidik ulang Petrus dan kebanyakan orang Yahudi makna yang sesungguhnya dari Mesias tersebut! Sebelum membahas tentang hal ini, ada baiknya kita mencoba menggali gagasan tentang Mesias yang selama ini ada di benak serta relung hati bangsa Yahudi!

Orang-orang Yahudi tidak pernah melupakan bahwa mereka adalah umat pilihan Allah! Bahkan saat mereka menolak diperintah langsung oleh Allah, dan kemudian mereka memilih seorang raja serta mempunyai identitas kerajaan, mereka tetap yakin sebagai umat Allah yang terpilih. Oleh karena itu mereka selalu menganggap bahwa masa yang paling membanggakan dalam sejarah hidup mereka sebagai bangsa yang besar adalah pada waktu Daud menjadi raja. Setelah era Daud selesai, bangsa tersebut sempat mengecap kejayaan pada zaman Salomo. Salomo diijinkan Tuhan membangun Bait Allah yang luar biasa indah. Setelah Salomo, nyaris tidak ada raja Israel yang sanggup menimbulkan kebanggaan. Oleh karena itu  mereka selalu memimpikan pada suatu hari akan ada seorang raja lain dari keturunan Daud yang akan memerintah mereka. Sayangnya, setelah itu bangsa Israel mengalami nasib yang tidak semakin baik. Mulai dari bangsa Asyur, Babel, serta Persia silih berganti menjajah  mereka. Layaklah mereka kemudian merasakan impian mereka makin jauh dari kenyataan, terlebih setelah bangsa Romawi yang bengis menjajah mereka! Namun mereka tetap merindukan datangnya  seorang Mesias.

Gagasan mesias yang penuh semangat nasionalis, kontras dengan misi Tuhan Yesus datang ke dunia ini dengan penderitaan serta penolakan yang akan Dia terima, dikatakan-Nya terus terang (ay. 32a), tanpa tedeng aling-aling! Para murid terkejut dan tidak percaya atas pernyataan Tuhan Yesus tersebut, maka Petrus dengan gagah berani menarik Yesus ke samping dan menegor Dia (ay. 32b)!

Namun Tuhan Yesus memperhadapkan konsep Mesias yang Adikodrati dengan penderitaan dan kematian, maka sebetulnya saat itu Dia sedang melontarkan pernyataan-pernyataan yang luar biasa aneh serta sekaligus sangat sulit dicerna oleh para murid! Gambaran mesias yang ”super” segera berganti dengan sosok insan papa dengan sejuta nista! Bagi Petrus itu bukanlah sosok yang mewakili harapan mereka! Itulah sebabnya Petrus bereaksi dengan keras! Akan tetapi reaksi Tuhan Yesus lebih keras lagi. Dengan lugas Dia menghardik Petrus, ”Enyahlah iblis sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan yang dipikirkan manusia”, Tuhan Yesus dengan keras memarahi Petrus, sebab pada saat Petrus menarik Tuhan Yesus, maka saat itu pula iblis menggoda Tuhan Yesus untuk membatalkan niat-Nya pergi ke kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.

Aneh tetapi nyata, bahwa kadang-kadang iblis mencoba membelokkan kita melalui mulut orang yang kita kenal baik, atau bahkan orang terdekat dengan kita. Atau sebaliknya kadang kita tidak menyadari bahwa kita sedang dipakai oleh iblis untuk menggagalkan rencana Allah bagi hidup orang lain. Untuk itu jagalah hati saudara agar tetap mencerminkan hati seorang murid yang beriman.

Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*