suplemenGKI.com

Matius 5:21-37.

 

Standart Hukum Kristus

 

Pengantar:
            Seringkali orang berkata, bahwa standart hukum manusia itu sangat berat. Katakanlah peraturan berlalu lintas, disiplin di sekolah atau di suatu instansi. Peraturan lalu lintas jika ada pengendara yang melanggar lampu merah maka ia akan ditilang, kemudian tidak jarang ada orang yang berkata itu berat. disiplin Sekolah Dasar, agar siswa berpakaian seragam lengkap (atas putih bawah merah dan sepatu hitam kaos kaki putih, memakai topi) ada siswa yang berkata terlalu ketat dan sebagainya. Padahal jika dihayati semua itu demi kebaikan pengguna atau siswa tentunya. Bagaimana penghayatan kita terhadap standart hukum Kristus? 

Pemahaman:

  1. Dapatkah kita melihat ke dalaman standart hukum Kristus dalam bacaan hari ini?
  2. Apa makna ke dalaman standart hukum Kristus bagi kehidupan kerohanian kita?

Dari matius 5:21-37, ada tiga peraturan yang menjadi penekan Tuhan Yesus, Pertama:

Tentang jangan membunuh. Dalam standart hukum taurat yang dimaksud membunuh adalah menghilangkan nyawa seseorang, tetapi standart hukum Kristus, ketika seseorang memarahi, membenci, mengatakan kafir, jahil terhadap sesamanya dengan maksud menyakitkan, menghina dan merendahkannya itu sudah dikategorikan membunuh. Ke dua: Jangan berjinah. Dalam standart hukum taurat, berzinah adalah bersetubuh dengan orang yang bukan pasangannya. Tetapi hukum Kristus, justru lebih dalam, bahwa memandang perempuan dan mengingininya di dalam hati pun sudah dikategorikan berzinah. Karena ketika seseorang memandang perempuan kemudian mengingininya, berarti dia sedang mencemari pikirannya dengan hal yang bersifat zinah. Memandang perempuan kemudian mengingininya juga membuat dia rentan terdorong untuk ingin melakukannya, dan ketika itu juga pikirannya dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat zinah sehingga pikirannya tertutup terhadap hal-hal yang suci. Ke tiga: Jangan bersumpah palsu. Khusus dalam penggunaan nama Tuhan dengan sembarangan, orang Yahudi sangat  menghindari hal itu dalam bentuk apapun. Tetapi karena ingin memperkuat sumpahnya maka terkadang memakai istilah demi langit, demi bumi atau demi tempat-tempat yang dianggap sakral. Tetapi semua itu justru menunjukan bahwa ia tidak berani berterus terang, tidak berani tegas dan tidak memiliki kebenaran dalam dirinya. Maka Yesus kemudian menegaskan di ayat. 37, Jika ia katakan iya, jika tidak katakan tidak. Standart Hukum Kristus  adalah kebenaran kahiki dan ketegasan yang tidak kompromi, karena di dalam Kristus tidak ada peluang untuk kompromi dengan dosa.    

Refleksi:
Mari kita berefleksi sejenak, berapa sering kita berkompromi dengan standart hukum dunia, sehingga justru membawa kita pada ketidaktaatan pada satandart hukum Kristus!

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya berani berpegang teguh pada standart hukum-Mu, dan tidak mudah kompromi dengan standart hukum dunia.

Tindakan:
Saya akan berjuang untuk lebih mengedepankan melakukan ketaatan dengan standart hukum Kristus serta menghindari melakukan ketaatan dengan standart hukum dunia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*