suplemenGKI.com

MAZMUR 96

“ PUJIAN SEJATI“

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

Mazmur yang ditulis pada masa sesudah pembuangan ini menggambarkan perayaan kedahsyatan Allah Israel yang dinyatakan-Nya dalam sejarah umat-Nya.

1. Ayat 1-3, 8-9 : Apa saja ajakan pemazmur yang dapat Anda temukan dari ayat-ayat ini?

2. Ayat 4-7 : Apa yang menjadi alasan pemazmur untuk melakukan hal-hal tersebut bagi Allah?

3. Ayat 10-12: Apa makna yang terkandung dalam ajakan pemazmur terhadap ciptaan-ciptaan yang lain untuk memuji Allah? Bagaimana gambaran ekspresi semua ciptaan ketika memuji Allah?

4. Ayat 13: Apa yang akan Tuhan lakukan ketika Ia datang?

5. Setelah membaca nyanyian pemazmur, kini renungkanlah:

- Apa alasan yang mendorong kita untuk menyembah dan bersyukur kepada Allah?

- Saat kita datang menyembah Allah, sudahkah kita mengenal Dia dengan benar?

- Sikap apa yang harus kita miliki dalam menyembah Tuhan?

- Apakah kita menemukan kesukaan di dalam menyembah dan memuji Allah?

RENUNGAN

Mazmur yang kita baca merupakan ungkapan hati pemazmur yang dengan tulus dan penuh hormat memuji Allah. Ini menjadi penekanan utama dari mazmur 96 ini . Bahkan menjadi ajakan penting bagi umat dan seluruh ciptaan yang ada. Semua puji-pujian yang dinaikkan kepada Allah dilakukan dengan kesukaan yang luar biasa. Nada gembira, penuh suka cita mewarnai mazmur ini. Ajakan untuk menyanyi di ayat 1 (diulang 3x), dan ajakan untuk member kemuliaan kepada Tuhan di ayat 7-8 (juga diulang 3x) menegaskan

suasana riang tersebut. Ekspresi dan perasaan yang demikian lahir karena mereka mempunyai alasan yang jelas mengapa mereka memuji Allah. Bukan sembarang memuji atau ikut-ikutan.

Pengalaman bergumul dengan Allah, diselamatkan oleh Allah membuat mereka lebih mengenal Allahnya dengan baik, sehingga puji-pujian, persembahan, penyembahan yang dilakukan kepada Allah benar-benar lahir dari hati yang tulus dan hubungan yang mendalam dengan Allah. Pemberian pujian kepada Tuhan dimotivasi oleh fakta kebesaran, kedahsyatan, keagungan, kesemarakan dan kekudusan Tuhan. Melalui pujian dan penyembahan yang dilakukan oleh pemazmur dan umat Israel, mereka juga memberitakan bahwa Tuhan akan datang sebagai Hakim yang adil, yang akan menghakimi segala bangsa dengan kebenaran. Dengan kata lain, pujian dan segala bentuk ibadah mereka dapat menjadi kesaksian dan pemberitaan tentang Allah.

Jika pemazmur mampu melakukan hal-hal tersebut bagi Allah, maka kita pun sebenarnya juga bisa melakukannya. Sebab kita juga adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh Allah dan menerima berbagai anugerah yang lain dari Allah. Itu semua lebih dari cukup untuk membuat kita hidup memuji dan menyembah Allah. Mengherankan bila orang Kristen tidak bisa menemukan kesukaan ketika memuji dan menyembah Allah, semua terasa hambar atau kering. Jika itu yang terjadi, maka kita perlu memeriksa diri, jangan-jangan pujian dan penyembahan, bahkan persembahan yang kita berikan hanyalah ritual belaka tanpa penghayatan yang benar, terlebih tidak lahir dari keintiman hubungan dengan Allah.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa segala bentuk ibadah yang kita lakukan kepada Allah akan terasa indah dan hidup, bila hubungan kita dengan Allah tetap baik, dekat, dan akrab. Itu dulu yang harus kita bangun jika kita ingin memiliki ibadah yang bukan hanya meninggikan Tuhan, tetapi juga dapat menjadi kesaksian yang menceritakan karya Tuhan kepada orang lain.

Sebelum mengajak orang lain untuk kagum kepada Allah kita,

maka pertama-tama diri kita sendirilah yang harus menjadi pengagum Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«