suplemenGKI.com

Mazmur 123: 1-3

“MELIHAT DENGAN MATA ROHANI”

PENGANTAR

Elisa pernah berdoa untuk bujangnya “ Ya Tuhan, bukalah kiranya matanya supaya ia melihat”, maka Tuhan membuka mata bujang itu sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2 Raja Raja 6:17). Mata yang berfokus pada dunia membentuk sikap tidak berdaya dan tidak percaya akan kuasa Allah. Sebaliknya mata yang memandang pada Tuhan memperoleh kekuatan dan pengharapan dalam menjalani hidup.                  

PEMAHAMAN

  1. Ayat 1-2: Pemazmur sedang menantikan pertolongan dari Tuhan. Dengan apakah sikap itu diumpamakan? (ay.2). Sikap apa saja yang hendak ditegaskan melalui perumpamaan ini?
  2. Ayat 3-4: Perhatikanlah isi doa pemazmur. Situasi seperti apakah yang sedang dihadapinya? Siapakah musuh-musuh mereka?

Judul yang dicantumkan di awal mazmur ini menunjukkan bahwa mazmur ini digolongkan sebagai nyanyian ziarah. Umat Israel yang hendak beribadah ke Yerusalem, khususnya pada hari-hari raya, biasanya menyanyikan nyanyian-nyanyian ziarah di sepanjang perjalanan mereka. Nyanyian-nyanyian ziarah (seperti halnya Mazmur 123 ini) menolong mereka untuk mengarahkan hati kepada Tuhan.

Dalam perjalanan sejarah mereka, umat Israel cukup kenyang dengan penindasan. Mereka bahkan sering tidak berdaya menghadapi musuh-musuh yang menindas mereka. Namun, mereka tidak berputus asa oleh beratnya penindasan itu. Mereka masih memiliki sumber kekuatan untuk menghadapi penderitaan mereka, yaitu Tuhan yang bersemayam di sorga. Kepada Tuhanlah pandangan mata mereka tertuju dan mengharap belas kasihanNya untuk menolong mereka.

REFLEKSI

Ada orang yang memang sengaja menyakiti kita dengan kata-katanya (menghina dan mengolok-olok), namun ada juga perkataan yang menyakitkan hati kita karena kesalahpahaman. Manakah yang lebih menyakitkan bagi Anda? Belajar dari mazmur ini, bagaimana seharusnya Anda bersikap terhadap kata-kata yang menyakitkan?

Seperti orang-orang Israel, kita juga sering tidak berdaya menghadapi kesulitan dan penderitaan kita. Masalah yang kita hadapi datang secara bergantian, atau bahkan menghantam secara bersamaan. Bagaimana kita harus bersikap menghadapi semua itu?

TEKAD

Ya Tuhan, apabila jika selama ini kami merasa diri aman dan memandang rendah orang orang yang kecil dan lemah, ampunilah kami. Juga ampunilah jika kami kerap hilang harapan ketika hidup kami dipersulit oleh orang lain. Dalam segala hal, ajarlah kami untuk terus mengarahkan pandangan kami kepada Engkau. Amin.

TINDAKAN

Mulai hari ini saya akan belajar memandang segala sesuatu dalam hidup dengan mata rohani saya. Saya akan selalu bersikap rendah hati dan percaya pada pertolongan dan kuasa Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«