suplemenGKI.com

Minggu, 16 Juli 2017

15/07/2017

Hati Yang Subur

Matius 13:18-23

 

Pengantar
Penempatan perumpamaan tentang penabur (13:1-23) sangat tepat. Pada waktu itu Yesus sedang dikerumuni oleh begitu banyak orang (13:1-2). Yesus bahkan perlu berpindah tempat dari rumah ke pantai supaya lebih banyak orang dapat mendengarkan Dia. Ada antusiasme yang luar biasa terhadap pengajaran yang Ia sampaikan. Pertanyaannya, apakah semua yang mendengarkan tersebut akan sungguh-sungguh memberikan respon yang benar terhadap firman Tuhan? Dari perumpamaan yang disampaikan, tersirat bahwa tidak semua akan memberikan respon yang positif. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 18 -23 : Bagaimanakah model-model respon orang yang mendengar Firman Tuhan?
  • Ayat 23        : Apakah yang membuat taburan benih Firman Tuhan bertumbuh dan berbuah berlipat-lipat?

Tanah di Israel memang beragam dan benih dilemparkan begitu saja. Akibatnya, ada yang jatuh di pinggir jalan, di tanah berbatu, di semak belukar, dan di tanah yang subur. Kesuburan tanah juga berbeda-beda, sehingga hasilnya pun tidak sama. Tiga benih pertama yang ditebar tidak mampu bertumbuh dan berbuah. Syukurlah masih ada benih keempat yang jatuh di tanah yang subur dan berbuah banyak (13:8). Menurut ukuran agrikultural waktu itu, berbuah 30, 60, atau 100 kali lipat menunjuk pada hasil yang sangat banyak karena rata-rata panen hanya 7,5. Hasil yang berbeda (30, 60, dan 100) dipengaruhi oleh kualitas tanah di beberapa tempat di ladang yang sama. Perbedaan ini tidak terlalu penting, karena semua bagian itu tetap memberikan hasil yang sangat memuaskan.

Benih yang ke-4 ini menunjuk pada mereka yang mendengar dan mengerti firman Tuhan. Pengertian ini bersifat spiritual, bukan sekadar intelektual. Lukas 8:15 menambahkan bahwa orang-orang ini menyimpan firman itu dalam hati mereka yang baik sehingga dapat berbuah. Yang ditegaskan di sini adalah internalisasi dan konsistensi untuk memegang firman itu. Perubahan terjadi di dalam hati, bukan hanya pada batas pikiran atau perasaan belaka. Perubahan ini juga terus-menerus, tidak peduli di tengah situasi seperti apapun.

Allah ingin benih sabda-Nya jatuh di hati kita yang subur dan berbuah banyak. Marilah kita senantiasa menjaga tanah hati kita agar tetap subur bagi bertumbuhnya benih iman dan kebaikan di dalam diri kita.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah seberapa banyak taburan Firman yang telah bertumbuh dan berbuah dalam hidup Anda.

Tekadku
Ya Tuhan, jadikanlah hatiku lahan yang subur untuk sabda-Mu; singkirkanlah segala penghalangnya, dan cairkanlah hatiku yang beku. 

Tindakanku

  • Aku akan mencatat bagian Firman Tuhan yang belum kupahami dan mendiskusikannya dengan pendeta atau teman yang lebih paham.
  • Setiap malam aku akan melihat ulang apakah aku telah telah melakukan Firman Tuhan yang kurenungkan hari  itu.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*