suplemenGKI.com

Mazmur 36:6-11

MENGHADAPI KEJAHATAN


PENGANTAR
Selama masih berada di dunia ini, kita masih harus berhadapan dengan orang-orang yang melakukan kejahatan. Tentu, ini tidak mudah. Namun, kita tidak boleh menyerah. Melalui bacaan hari ini, kita akan belajar dari pemazmur: Dari mana kita mendapatkan kekuatan untuk menghadapi kejahatan, dan bagaimana kita mendapatkannya? 

PEMAHAMAN
Ayat 2-4 menggambarkan situasi yang harus dihadapi pemazmur. Ia harus berhadapan dengan orang-orang jahat yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah (ay. 2), tidak peduli jika kesalahannya terbongkar (ay. 3), melakukan kejahatan dengan perkataan maupun tindakan (ay. 4), bahkan sebelum tidur pun sudah merencanakan kejahatan. Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi keadaan seperti itu?

  • Ay. 6-7.     Sebutkanlah dua sifat Tuhan yang diandalkan pemazmur untuk menghadapi kejahatan. Mengapa dua hal ini yang menjadi andalan pemazmur? (lihat juga ayat 12 dan 13).
  • Ay. 8-10.  Sebutkanlah tiga berkat Tuhan yang masih tetap menyertai orang-orang percaya meskipun harus berhadapan dengan kejahatan
  • Ay. 11.      Apa yang harus kita lakukan untuk mengalami kasih setia dan keadilan Tuhan, serta mendapatkan perlindungan, sukacita, dan hikmat dari Tuhan?

Bagaimanakah orang-orang percaya menjalani kehidupannya di tengah masyarakat yang penuh dengan kejahatan (ay. 2-5)? Pemazmur menemukan jawabannya: dengan mengandalkan kasih setia dan keadilan Tuhan. Kasih setia Tuhan akan melindungi orang-orang yang tulus hati dari tangan orang-orang jahat (ay. 12). Keadilan Tuhan akan menghukum orang-orang yang melakukan kejahatan (ay. 13). Kasih setia dan keadilan Tuhan adalah sumber kekuatan bagi orang-orang percaya, khususnya pada waktu berhadapan dengan kejahatan.

Ayat 8-10 mengungkapkan lebih rinci berkat Tuhan bagi orang percaya, yaitu perlindungan/ rasa aman (ay. 8), sukacita (ay. 9), dan pengertian/ hikmat (ay. 10). Meski harus berhadapan dengan kejahatan, orang-orang percaya akan tetap merasa aman seperti anak ayam yang berlindung di bawah sayap induknya (ay. 8). Karena persekutuan yang akrab dengan Tuhan (“… di rumah-Mu”), orang-orang percaya akan tetap dapat bersukacita (ay. 9). Dalam langkah-langkah yang ditempuhnya, orang-orang percaya akan memperoleh “terang” (pengertian) dari Tuhan sendiri (ay. 10).

Untuk mengalami kasih setia dan keadilan Tuhan, serta mendapatkan perlindungan, sukacita, dan hikmat dari Tuhan, ada dua hal yang perlu kita lakukan (ay. 11). Pertama, membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan (“… mengenal Engkau”). Kedua, membersihkan hati kita dari kejahatan agar selalu terarah kepada kebenaran (“tulus hati”). 

REFLEKSI
Kasih setia dan keadilan Tuhan adalah sumber kekuatan bagi orang-orang percaya untuk menghadapi kejahatan. 

TEKADKU
Tuhan, mampukanlah aku melakukan pekerjaan dan tanggung jawabku dengan tekun meskipun harus menghadapi tantangan dan kesulitan. 

TINDAKANKU
Hari ini aku akan memohon agar Tuhan menunjukkan berbagai bentuk “kejahatan” yang masih ada di dalam hatiku, dan  untuk menolong aku untuk membersihkannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«