suplemenGKI.com

Yohanes 1:35-42

KETAATAN MENJADI SAKSI

Pada kesaksian sebelumnya, di ayat 19-34 Alkitab tidak menceritakan secara jelas apakah ada orang-orang yang menerima pemberitaan Yohanes. Hanya para imam, orang Lewi dan orang Farisi yang datang untuk meminta penjelasan dan penegasan tentang kesaksian Yohanes.  Apakah ia mundur dari tugas kesaksian? Tidak! Pada hari berikutnya, Yohanes kembali bersaksi (ay. 35-36). Ia mengulangi kesaksian yang sama, yakni Yesus adalah Anak Domba Allah.

  • Siapa sajakah yang mengambil keputusan untuk mengikut Yesus setelah mendengar kesaksian Yohanes? (ay. 40-41, 43-45)
  • Bagaimana reaksi Yohanes ketika murid-muridnya mengikut Yesus? (ay. 35-37)
  • Apa yang diajarkan Yesus kepada orang-orang yang mengikutNya? (ay. 39-41, 51)
  • Setiap orang percaya dipanggil menjadi saksi Tuhan, bagaimana respon kita?

Renungan

Dari perikop Yoh. 1:19-35 memperlihatkan kepada kita bahwa Yohanes terus bersaksi meski dia belum melihat hasil dari kesaksiannya.  Meski tampaknya tanpa hasil, Yohanes terus mengerjakan tugas panggilan dan misi yang diembannya.  Dia tidak patah semangat atau putus asa.  Tujuan hidupnya jelas dan dia sadar bahwa dirinya adalah saksi bagi Kristus. Kesadaran inilah yang membuatnya tidak lekas patah semangat atau putus asa. Meskipun belum ada yang percaya, Yohanes tetap merasa tidak perlu mengganti isi kesaksian yang berpusat pada Kristus.

Apakah di kemudian ada yang menerima kesaksian Yohanes? Ketika melihat Yesus, Yohanes mengulangi kesaksiannya.  Perjumpaan pribadi kedua murid Yohanes dengan Tuhan Yesus, mendorong mereka mengambil keputusan untuk mengikut Yesus.  Dua orang murid Yohanes segera meninggalkannya dan mengikuti Yesus.  Yohanes tidak berkecil hati atau protes saat ia kehilangan murid-murid.  Pertemuan murid-murid Yohanes dengan Yesus mengakibatkan mereka menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias.  Mereka yang percaya ini kemudian segera bersaksi dan Andreas membawa Petrus kepada Yesus (ay. 41).  Yesus menyatakan pada Petrus bahwa Dia mengenal masa lalu dan masa depan Petrus (ay. 42).  Rantai kesaksian tidak terputus, kita melihat Filipus yang bertemu Yesus segera bersaksi kepada Natanael (ay. 45) yang juga diajaknya bertemu Yesus (ay. 47).  Kepada Natanael, Yesus mengungkapkan kemahatahuan-Nya (ay. 47-48).  Natanael yang bertemu Yesus segera menyembah-Nya (ay. 49).  Kepada mereka yang percaya, Yesus menjanjikan bahwa pengenalan mereka akan bertumbuh semakin dalam (ay. 50-51) dan pada akhirnya mereka melihat dan menikmati kemuliaan Surga, bagi yang percaya padaNya dan taat menjadi saksiNya.

Setiap orang percaya seharusnya mengalami perjumpaan dengan Kristus dan secara pribadi bertumbuh mengenal dan mengalamiNya.  Perjumpaan dengan Kristus menghasilkan ketaatan menjadi saksi.  Sesungguhnya percaya pada Yesus dan menjadi saksi-Nya merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan.  Namun seringkali dalam praktik hidup orang mengatakan percaya pada Yesus, tetapi tidak mau bersaksi tentang Yesus.   Berdoalah agar saudara diberikan ketaatan untuk menjadi saksi Kristus!

Kristus memanggil kita menjadi saksi.  Perjumpaan pribadi denganNya, mendorong setiap kita untuk taat bersaksi tentang Dia dan karya-Nya. Miliki perjumpaan pribadi dengan Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*