suplemenGKI.com

Mempersaksikan Kristus bukan Mempersaksikan Diri Sendiri

Lukas 3:15-18

 

Pengantar
Rita adalah seorang aktivis gereja. Ia merupakan ketua panitia natal di gerejanya. Rupanya acara natal tahun itu menuai pujian. Acaranya bagus, tertata dengan baik dan sangat menarik. Saat menerima pujian dari banyak orang, Rita tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Dalam hatinya, ia sangat bangga akan kemampuannya. Setelah itu, ia dipercaya untuk menjadi ketua panitia yang lain. Rita senang karena ia bisa menunjukkan kemampuannya. Mulai saat itu, ia bekerja semakin keras supaya orang-orang memujinya lagi dan ia mendapatkan kepuasaan karena dipuji. Orientasinya berubah, bukan lagi untuk mempersaksikan Tuhan, namun untuk mempersaksikan dirinya sendiri. Apakah sikap tersebut dapat dibenarkan? Mari kita belajar dari bacaan Alkitab hari ini. 

Pemahaman

  • Ayat 15-16: Apa yang Yohanes lakukan saat semua orang berpikir bahwa dirinya adalah Mesias?
  • Ayat 17-18: Apa maksud perumpamaan dalam ayat 17?

Setelah apa yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis dalam khotbahnya, banyak orang berpikir bahwa dirinya adalah Sang Mesias yang mereka tunggu-tunggu sejak lama (ay.15). Oleh karenanya dalam ayat 16, Yohanes Pembaptis langsung memberikan jawaban kepada semua orang yang hadir saat itu. Ia mengatakan bahwa dirinya bukanlah Mesias seperti yang mereka pikirkan. Ia mengatakan bahwa akan datang sosok lain yang adalah Mesias yang sesungguhnya, bahkan untuk membuka tali kasut-Nya pun ia tidak layak. Ia juga akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Baptisan api akan memurnikan dan menghancurkan apa yang kurang, seperti api yang membakar debu jerami dan sekam (ay.17). Dalam ayat 17 ini Yohanes juga menggambarkan sosok Mesias. Ia membayangkan Mesias seperti ‘penampiyang memisahkan gandum dan debu jerami, memisahkan yang benar dan salah. ‘Gandum’ merepresentasikan orang-orang yang percaya dan ‘debu jerami’ merupakan gambaran tentang orang-orang yang jauh dari Tuhan.

Melalui jawaban Yohanes Pembaptis, kita dapat melihat bahwa ia adalah sosok yang rendah hati. Ia tidak memakai kesempatan ini – saat semua orang mengira bahwa dirinya adalah Mesias – untuk memuliakan dan meninggikan dirinya atau membuat dirinya menjadi orang yang terkenal. Justru melalui apa yang ia lakukan, ia mempersaksikan Kristus. Kita lihat dalam ayat 18, ia hanya menunaikan tugasnya sebagai pemberita Injil, membuka jalan bagi kedatangan Sang Mesias tersebut.

Dalam masa penantian ini, hendaklah hanya Kristus yang dimuliakan dan dipersaksikan lewat apa yang kita lakukan sehari-hari. Jangan sampai karena kesombongan dan keinginan untuk dipandang orang, akhirnya orientasi karya hidup kita berubah. Kiranya kita dijauhkan dari memuliakan diri sendiri sebab kemuliaan hanya bagi Tuhan. Kita harus menyadari bahwa kita hanyalah manusia terbatas. Hanya karena anugerah-Nya kita dapat bertahan sampai hari ini dan bisa mencapai banyak hal dalam kehidupan kita. Maka, bukan kita yang harusnya ditinggikan, tapi Sang Mesias itu!

Refleksi
Mari berkaca di depan cermin. Dalam keheningan, perhatikan baik-baik wajah Saudara dan bayangkanlah setiap karya hidup yang telah Saudara lakukan! Apakah yang Saudara lihat? Apakah wajah Kristus terlihat? Siapa yang sedang saudara persaksikan dan permuliakan melalui wajah karya kehidupan saudara?

Tekadku
TUHAN, ajar aku untuk hidup dalam kerendahan hati dan menyadari bahwa aku adalah manusia yang terbatas . Kiranya hanya Engkaulah yang patut dipersaksikan melalui apa yang aku kerjakan dan lakukan.

Tindakanku
Aku akan memuliakan dan mempersaksikan Tuhan lewat apa yang aku lakukan setiap hari dan jika ada yang memberikan pujian atas apa yang kukerjakan, aku akan merespons dengan kalimat “Puji Tuhan, kemuliaan hanya bagi nama Tuhan! Itu semua hanya karna anugerah-Nya bukan karna kekuatanku!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«