suplemenGKI.com

Matius 28:1-10

 

Kebangkitan Kristus: Pengharapan bagi yang mendambakannya

Pengantar:
Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus, adalah peristiwa yang paling banyak diperbincangkan dari masa ke masa. Walaupun demikian peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus tetap menjadi peristiwa pro dan kontra dari masa ke masa. Tidak sedikit orang yang menolak dan menganggapnya sebagai cerita dongeng belaka, sehingga tetap menutup hati terhadap Kristus, sikap demikian tentu membawanya pada kebinasaan kekal, sebab keselamatan tidak diperoleh dari apapun, siapapun dan di manapun kecuali di dalam Tuhan Yesus yang sudah bangkit dari antara orang mati.

Pemahaman:

1)      Apakah kesamaan dan perbedaan antara para penjaga kubur Yesus dengan para perempuan ketika menyaksikan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus? (v. 2-8)

2)      Apakah makna pernyataan Yesus kepada perempuan-perempuan pada ayat 9-10?

Ada dua golongan orang yang pertama-tama menyaksikan peristiwa kebangkitan Yesus, yaitu para prajurit Romawi yang menjaga kubur Yesus dan para perempuan yang datang pagi-pagi menjelang fajar menyingsing pada hari pertama minggu itu. Kedua golongan itu sama-sama ketakutan. Ketakutan adalah sebuah ekspresi yang menunjukkan ketidakmampuan atau ketidakberdayaan ketika menghadapi sesuatu yang di luar jangkauan kemampuannya. Semua orang pasti akan mengalami hal yang sama ketika berhadapan dengan sesuatu yang di luar kemampuannya.

Namun yang menarik dari kedua golongan itu ketika melihat peritiwa kebangkitan Yesus adalah: Para prajurit Romawi itu ketakutan sampai menjadi seperti orang mati (v. 4). Kalimat itu penting, karena menggambarkan ketiadaan pengharapan, ketiadaan kekuatan bahkan ketiadaan akal sehat sehingga ketakutan itu menjadi sangat menguasai dan membelenggunya. Berbeda dengan para perempuan: Mereka sesungguhnya juga mengalami ketakutan, tetapi mereka masih memiliki pengharapan sehingga masih mampu menyimak, menghayati perkataan Malaikat. Pengharapan itulah yang kemudian memampukan mereka untuk segera memberitakan kepada murid-murid yang lain (v. 5-8)

Karena mereka masih mempunyai pengharapan, maka Yesus pun menyambut mereka. Perjumpaan mereka dengan Yesus dan Yesus menyapa dengan “Salam bagimu” dan “Jangan takut….” Dapat dihayati, bahwa Yesus menyediakan pengharapan kepada mereka yang menantikan dan membutuhkan pengharapan dari pada-Nya. Peristiwa kebangkitan, adalah pengharapan bagi kita yang menantikan dan mendambakan pengharapan dari Yesus.

Refleksi:
Saudara, apapun keadaan yang melanda hidupmu, janganlah memberi kesempatan pada ketakutan menguasai dirimu, ingat masih ada pengharapan di dalam Tuhan Yesus.

Tekad:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk kebangkitan-Mu yang menyediakan pengharapan bagiku.

Tindakkan:
Di tengah-tengah kabut kehidupan, tetap terus mempertajam pandangan ke arah Tuhan Yesus Sang Sumber Pengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«