suplemenGKI.com

KELUARGAKU HADIR SEBAGAI PENANDA

Markus 6:53-56

 

PENGANTAR
Durian mempunyai banyak varian yang bagi pembeli biasa akan sulit dibedakan.   Tapi tidak demikian bagi para pecinta berat durian. Meskipun dari luar tampaknya sama tetaplah berbeda. Aroma dan rasa menjadi dua faktor yang menentukan varian durian mana yang paling enak untuk dinikmati.  Aroma dan rasa menjadi dua penanda penting untuk mengenali durian yang seperti apa.  Kebenaran yang sama juga bisa diterapkan dalam kehidupan sebagai orang percaya.  Adakah penanda yang membedakan dengan keluarga lainnya?  Bacaan hari ini akan memberikan jawabannya. Mari kita baca dan renungkan bacaan hari ini. 

PEMAHAMAN

  • Situasi seperti apa yang dihadapi Yesus dan para murid di Genesaret (ayat 55-56)
  • Hal apa yang menjadikan Yesus begitu mudah dikenali? (ayat 55-56)
  • Hal apa yang membuat anda mengenali Yesus dan karya-Nya?

Kehadiran dan pelayanan Yesus seperti magnet yang menarik banyak orang untuk datang.  Benarkah mereka datang dengan segala kesungguhan mengenal Yesus?  Hanya Dia yang tahu! Frasa “orang segera mengenal Yesus” menjadi jawaban yang seolah tidak begitu penting untuk mempertanyakan ada tidaknya kesungguhan.  Sebab yang jadi fokus adalah apa yang orang-orang itu dikenali, sehingga begitu Yesus datang “berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus” (ayat 55). Pasti bukan soal penampilan atau kebersamaan-Nya dengan para murid. Setidaknya ada dua penanda pada diri Yesus.  Pertama: kesediaannya menjadi bagian dari banyak orang yang beragam.  Menerima siapapun dengan seluruh persoalan yang ada. Seolah tanpa merasa lelah, hadir dan menyapa banyak orang yang butuh pertolongan.

Kedua, kesediaannya menyatakan kebaikan dalam bentuk pertolongan yang menjadi kebutuhan banyak orang, “semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh” (ayat 56).  Yesus mengerjakan semua kebaikan sebagai wujud kasih Allah kepada manusia.  Meskipun banyak orang cenderung melihat hanya sebatas kebaikan dan pertolongan secara fisik. Yesus tetap melakukannya.  Sebab kebaikan ibarat biji yang ditanam dan akan terus tumbuh menjadi pengenalan akan Allah.   Kesediaan menjadi bagian banyak orang dan karya layanan yang berdampak bagi kehidupan mereka yang membutuhkan, menjadi dua penanda penting yang dilihat dan dirasakan banyak orang.  Bagaimana dengan kehidupan keluarga kita di masa kini?

Sebagai keluarga di dalam Tuhan, setiap kita adalah jembatan kehidupan bagi sesama dengan mengerjakan kebaikan.  Bukan sekadar ada sebagai warga masyarakat atau bahkan melakukan kebaikan tapi memanfaatkan untuk berpamer kebaikan diri.  Sebaliknya, menjadi ada dan berdampak bagi banyak orang.  Keluarga Kristen dipanggil untuk menghayati dan mengerjakan kebaikan sebagai tanda kesaksian Kristus di tengah dunia.   Temukan dan kembangkan kebaikan yang berdampak bagi orang lain.  Kebaikan hati yang menghibur, memberi senyuman, menyapa, mendoakan, berbagi berkat dan lain-lain dapat menjadi penanda kehadiran Allah melalui diri dan keluarga kita.

REFLEKSI
Mari merenungkan: setiap kebaikan yang kita lakukan dapat menjadi penanda kehadiran dan karya baik Allah bagi sesama serta dunia.  Sebagai pribadi dan keluarga yang sudah menerima kebaikan Allah, mari melakukannya bagi sekitar.

TEKADKU
Terimakasih ya Tuhan, Engkau sudah mengingatkanku melalui kebenaran firman-Mu.  Aku sebagai pribadi dan keluarga bertekad mengerjakan kebaikan yang nyata hingga berdampak bagi sekitarku. 

TINDAKANKU
Tuhan, aku mau tersenyum, mendoakan, menguatkan dan bahkan mengajak keluargaku untuk berbagi berkat secara nyata kepada sesama yang membutuhkan pertolongan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«