suplemenGKI.com

Lukas 15:8-10

 

“Cara Pandang-Nya Terhadap Orang Berdosa (2)”

 

Pengantar
Makna perumpamaan tentang dirham yang hilang sebenarnya sama dengan perumpamaan domba yang hilang. Perumpamaan dirham yang hilang juga disampaikan TUHAN YESUS masih dalam konteks untuk menanggapi sungut-sungut orang Farisi serta ahli Taurat yang tidak suka melihat para pemungut cukai dan orang-orang berdosa datang kepada-Nya. Adakah pesan khusus yang ingin TUHAN YESUS sampaikan berkenaan dengan cara pandang-Nya terhadap orang berdosa, sehingga DIA harus memakai dua perumpamaan sekaligus?

Pemahaman

1.      Apa makna dan pesan yang terkandung dari perumpamaan “dirham yang hilang” dalam kaitannya dengan “orang berdosa”?

2.      Seperti apakah keadaan hati ALLAH saat memandang orang berdosa dan sikap-Nya saat ada orang berdosa bertobat?

Dirham atau dalam bahasa Yunaninya adalah drachmen itu senilai seperempat syikal. Dirham ini terbuat dari perak yang harus digali dan ditambang kemudian diolah menjadi koin yang berharga. Lebih berharga lagi bagi perempuan ini karena dia hanya memiliki sepuluh dirham, sehingga walau kehilangan satu akan menjadi sangat besar artinya. Jika dirham ini kemudian dihubungkan dengan keberadaan orang berdosa, maka dirham itu adalah jiwa yang sangat berharga bagi pemiliknya yaitu ALLAH sendiri. Meskipun jika ditelaah lebih dalam mengenai harga dirham ini, ternyata nominal satu dirham itu hanyalah sebesar upah seorang buruh dalam sehari. Namun sekali lagi dirham itu begitu berharga bagi perempuan itu, karena dirham itu adalah “miliknya”. Pemahaman ini kembali mempertegas kepada kita bahwa ketika ALLAH memandang orang berdosa, DIA begitu memperjuangkan agar bisa kembali kepada-Nya, bukan karena mereka memiliki kualifikasi yang dapat dibanggakan di hadapan ALLAH melainkan karena di mata-Nya, orang berdosa juga adalah “milik-Nya yang sangat dicintai-Nya”. Sungguh, cara pandang ALLAH terhadap orang berdosa ini patut membuat kita tertunduk malu, saat kita justru seringkali memandang orang berdosa hanya seperti sampah yang tidak berguna.

Ketika dirham itu ditemukan kembali oleh perempuan itu, Injil Lukas memberikan gambaran ekspresi sukacita yang luar biasa. Sukacita itu terjadi karena “dirham yang berharga  itu telah kembali ke tempat yang seharusnya”. Demikianlah gambaran suasana hati ALLAH manakala ada orang berdosa yang bertobat. DIA akan bersukacita karena tidak perlu melihat “milik-Nya yang berharga” berada di tempat yang tidak seharusnya, yaitu tempat yang membawa kepada kebinasaan. Bukankah demi meluputkan manusia dari kebinasaan, DIA bahkan rela mengutus Anak-Nya sendiri turun ke dalam dunia, mati disalibkan dan menanggung dosa manusia?

Refleksi
Bagaimanakah sikap saudara terhadap orang yang saudara  anggap telah melakukan kesalahan/dosa? Akuilah secara jujur, apakah mudah bagi saudara untuk tetap bisa melihat bahwa orang itu perlu dihargai? Apakah saudara terbeban untuk menempuh cara-cara guna menyadarkan mereka sehingga mereka mengalami pertobatan?

Tekadku
Ya TUHAN, saya rindu memiliki hati-Mu saat saya melihat ada orang-orang yang melakukan kesalahan/dosa di sekitar saya. Hati yang tetap mengasihi, sama seperti Engkau juga mengasihi saya -orang berdosa. Hati yang terdorong untuk membantu mereka sehingga mereka tidak mengulangi kesalahan bahkan dapat mengalami pertobatan. Tekad ini tidak mudah ya TUHAN, tapi tolong kuatkan saya. Amin.

Tindakanku
Ketika ada orang yang melakukan kesalahan/dosa, aku akan langsung mengambil waktu untuk intropeksi guna mengingatkan diriku sendiri bahwa akupun tidak luput dari dosa dan kesalahan. Dengan sikap sedemikian aku belajar untuk tetap mengasihi sambil mengupayakan cara-cara agar mereka mengalami pertobatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*