suplemenGKI.com

MENGELOLA TALENTA

Matius 25:14-30

 

Pengantar
Seorang anak akan pandai jika ia diberi asupan pelajaran secara bertahap. Seorang murid juga bisa semakin pandai jika ia mau menambah jam belajarnya, serta mencari ilmu pengetahuan yang menunjang pelajarannya, baik melalui buku, internet, atau sumber bacaan lainnya. Selama ia setia melakukannya dan gigih dalam berjuang untuk belajar dan mengelola kemampuannya, maka ia dapat menjadi anak yang pandai.

Pemahaman

  • Ayat 14-18           : Mengapa hal Kerajaan Sorga diajarkan dengan perumpamaan tersebut?
  • Ayat 19-23           : Apa yang terjadi pada ketiga hamba itu?
  • Ayat 24-30           : Bagaimana memahami perbedaan ketiga hamba dalam mengelola talenta?

Yesus menjelaskan tentang Kerajaan Sorga melalui perumpamaan talenta. Yesus menggunakan perumpamaan ini untuk menggambarkan satu hal yang dilakukan oleh Allah dalam menghadirkan Kerajaan Sorga bagi manusia, yaitu memberi kepercayaan kepada setiap umat-Nya. Hal ini digambarkan dengan tiga orang hamba yang diberi kepercayaan untuk mengelola talenta. Dalam perumpamaan ini, talenta merupakan satuan nilai uang yang memiliki nilai berharga bagi masing-masing hamba yang menerimanya.

Sang tuan tentu mengenal siapa hamba-hambanya. Maka, tuan itu mempercayakan talenta itu kepada para hambanya sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing untuk mengembangkannya. Hamba yang memiliki lima talenta dan dua talenta segera pergi dan mengembangkan kepercayaan yang diberikan oleh tuannya, namun hamba yang memiliki satu talenta pergi untuk mengubur talenta itu dan tidak mengembangkannya sampai pada waktu tuan kembali. Ayat 19 menunjukkan otoritas tuan yang bisa kapan saja kembali dan segera melakukan perhitungan atas talenta yang ia percayakan kepada para hambanya. Hal ini mewakili gambaran parousia atau kedatangan kembali Kristus ke dalam dunia yang menjadi satu keutuhan dalam rangkaian kehadiran Kerajaan Sorga. Perumpamaan ini secara jelas menempatkan manusia, khususnya orang-orang percaya sebagai hamba, dan Kristus sebagai tuan yang memberi talenta agar dapat dikelola. Hamba yang memiliki lima talenta berhasil mengembangkan talenta yang dipercayakan kepadanya menjadi dua kali lipat. Hal itu juga terjadi pada hamba yang memiliki dua talenta. Bahkan, sang tuan mengatakan tentang setia dalam perkara kecil (ayat 21 dan 23). Akan tetapi, hamba yang memiliki satu talenta tidak berhasil mengembangkan talenta tersebut dan bahkan kembali kepada tuannya dengan amarah. Bagi tuannya, hamba yang ketiga tidak setia dalam perkara yang kecil dan kemudian menempatkan hamba tersebut pada tempat yang paling gelap, penuh ratap dan kertak gigi (ayat 30).

Refleksi
Hal mengelola talenta bukan hanya sekadar mengembangkan kemampuan yang kita miliki. Mengelola talenta juga bukanlah soal kemampuan untuk menjadikan berlipat kali ganda modal yang diberikan. Mengelola talenta adalah tentang mengembangkan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada setiap manusia di dalam hidupnya masing-masing. Saat ini, kita adalah hamba yang dipercaya untuk mengelola talenta itu. Talenta adalah segala hal yang Tuhan berikan di dalam kehidupan kita untuk menjalani keseharian. Talenta itu bisa berwujud kemampuan dalam kehidupan kita sehari-hari. Talenta juga bisa berwujud iman percaya kita kepada Tuhan yang harus terus kita kembangkan, sehingga pada akhirnya kita dapat menemukan diri kita mampu untuk mengenal Sang Tuan semakin lebih banyak dan lebih dalam. Kita juga perlu setia pada perkara yang kecil. Rutinitas rohani merupakan perkara yang kecil di dalam kehidupan kita, namun sering lalai dijalankan. Jangan sampai kita terjebak pada kebiasaan kita hanya untuk mengembangkan diri kita sendiri saja, tetapi lupa untuk mengelola iman kita di dalam kehidupan kita. Kita pasti bisa melakukannya.

Tekadku
Tuhan, ajarilah saya untuk setia dalam perkara yang kecil, terutama ketika saya memiliki kerinduan untuk mengelola iman agar semakin bertambah dalam dan juga semakin merasakan cinta kasih-Mu di dalam kehidupan ini.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan menambah durasi bersaat teduh dan merenungkan Firman-Nya serta setia menjalaninya, sebagai bentuk nyata dari komitmen dalam perkara kecil dan mengelola pertumbuhan iman kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«